Klaten dan Sleman Sepakati Pengelolaan Bersama Sumber Air Sungai Bebeng
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Pemkab Sleman menjalin kerja sama untuk mengelola sumber air dari Sungai Bebeng
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Pemkab Sleman menjalin kerja sama untuk mengelola sumber air dari Sungai Bebeng yang berada di wilayah perbatasan Kapanewon Cangkringan, Sleman dan Kecamatan Kemalang, Klaten.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman di Pendopo Bukit Klangon Kabupaten Sleman, Rabu (30/4/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sleman, Suparmono, perwakilan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), serta sejumlah OPD, kepala desa, hingga Camat di wilayah tersebut.
Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, mengaku bersyukur atas adanya kerja sama tersebut.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkab Sleman dan masyarakat pengelola sumber air Bebeng yang telah berbagi sumber kehidupan tersebut kepada warga Klaten. T
erutama kepada warga Klaten yang berada di wilayah Desa Panggang, Balerante, hingga Sidorejo di Kecamatan Kemalang.
"Kami berharap sumber air Bebeng menjadi penghidupan tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi anak cucu ke depan. Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi media untuk mempererat hubungan antara Klaten dan Sleman,” ucap Jajang, Rabu (30/4/2025).
Jajang menyebut, kerja sama terkait pengelolaan sumber air Bebeng itu sebenarnya sudah terjadi secara informal sejak puluhan tahun lalu. Meski begitu, lewat forum tersebut, kerja sama antara Sleman dan Klaten kini telah terjalin secara formal dengan payung hukum yang jelas.
Dijelaskan bahwa sumber air Sungai Bebeng berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.
Lokasi sumber mata air itu berbatasan langsung dengan wilayah timur Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Selama ini, air dari sumber Sungai Bebeng itu dikelola oleh masyarakat pemanfaat air dari Kabupaten Sleman dan Klaten yang tergabung dalam kelompok Guyub Bebeng. Meski begitu, kegiatan antar warga dalam mengelola mata air Sungai Bebeng tersebut memiliki sejarah cukup panjang.
Kabag Pemerintahan Setda Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menjelaskan pada 1960-1978, sumber mata air Bebeng masih dikelola warga Kabupaten Sleman atas gagasan Bupati Sleman waktu itu.
Namun karena saat itu di Kabupaten Sleman sudah banyak sumber air yang memenuhi kebutuhan warganya. Maka pada 1978, sumber air dari Sungai Bebeng mulai didistribusikan ke wilayah Kabupaten Klaten.
| Tower BTS Penen Ditolak Warga, DPMPTSP Sleman Jelaskan soal IMB dan Masalah Sewa Lahan |
|
|---|
| Tambal Defisit Anggaran Lewat Pajak Hiburan, Sleman Kejar Investasi Kereta Gantung di Prambanan |
|
|---|
| PSS Sleman Incar Kemenangan di Laga Terakhir, Ini Skenario Lolos Promosi Otomatis |
|
|---|
| Kas Hartadi: PSIS Semarang Tetap Fight, Tak Ada Kata Main-main Lawan PSS Sleman |
|
|---|
| Breaking News: Remaja Asal Sleman Hanyut Terbawa Arus Sungai Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkab-Klaten-dan-Slemat-Sepakati-Pengelolaan-Bersama-Sumber-Bebeng.jpg)