Sejumlah Warga Tolak Rencana Perluasan ITF Pasar Niten Bantul
Spanduk-spanduk itu bertulisan curahan hati warga yang menolak adanya rencana perluasan hanggar Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Pihaknya pun berharap segera ada jalan keluar untuk menuntaskan persoalan itu.
Apalagi, Gubernur DI Yogyakarta juga sudah menginstruksikan kepada masing-masing kabupaten/kota untuk dapat menuntaskan permasalahan sampah.
"Namun demikian, kami juga tidak akan meninggalkan permintaan dari masyarakat. Jadi kami akan cari titik temu. Saya kira, nanti bisa segera diselesaikan," tututnya.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan, bahwa pihaknya sudah memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk menghentikan rencana perluasan ITF Pasar Niten.
"Jadi, kami mengoptimalkan (kapasitas pengolahan sampah di ITF Pasar Niten) yang ada dulu. Yang ada dulu ini dioptimalkan. Jangan ada perluasan dulu," jelasnya.
Disampaikannya, spanduk-spanduk itu muncul dikarenakan ada warga yang merasa keberatan dengan perluasan ITF Pasar Niten.
Menurutnya, rencana perluasan itu, dimungkinkan akan menimbulkan bau tak sedap dan merambak ke area permukiman warga setempat.
"Karena diperluas, mungkin kan semakin mendekati perumahan. Artinya, bau itu semakin dekat," tutup Halim.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bantul berencana menambah perluasan hanggar ITF Pasar Niten.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, berujar, pembangunan itu akan dilakukan untuk mengoptimalisasi pengolahan sampah.
"Rencana pembanguan itu kan kami buat, karena ITF Pasar Niten sekarang baru bisa mengolah sampah di angka 7-8 ton per hari. Jadi, APBD murni 2025, kami usulkan untuk penambahan hanggar di sana biar bisa mengolah sampah jadi 20 ton per hari," urai dia.(*)
| Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi dan Ekspor Bantul Menurun, Pemkab Bantul Susun Strategi dan Bidik Pasar Baru |
|
|---|
| Polres Bantul Selidiki Asal-usul Pil Sapi yang Dikonsumsi Remaja Asal Magelang |
|
|---|
| Bayar Pajak Kendaraan Bekas di Bantul Kini Tak Perlu KTP Pemilik Awal, Ini Syarat dan Prosedurnya |
|
|---|
| Viral Remaja Konsumsi Pil Sapi dan Curi Sepeda di Sewon Bantul, Begini Nasibnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-spanduk-penolakan-perluasan-ITF-Pasar-Niten.jpg)