FTI UAJY Gelar Training of Trainer Bersama Indonesia Blockchain Center

ToT ini diikuti oleh para dosen FTI UAJY, dengan tujuan membekali mereka pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi blockchain.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Dok UAJY
TOT : Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bekerja sama dengan Indonesia Blockchain Center, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada bulan Januari lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (24/04/2025) di Laboratorium Jaringan Komputer, Kampus III, Gedung Bonaventura UAJY. 

TRIBUNJOGJA.CO, YOGYA  – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bekerja sama dengan Indonesia Blockchain Center, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada bulan Januari lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (24/04/2025) di Laboratorium Jaringan Komputer, Kampus III, Gedung Bonaventura UAJY.

ToT ini diikuti oleh para dosen FTI UAJY, dengan tujuan membekali mereka pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi blockchain.

Dekan FTI UAJY, Dr. Ir. Parama Kartika Dewa, S.P., S.T., M.T., IPU., menyampaikan harapannya bahwa para dosen yang mengikuti pelatihan ini nantinya dapat menjadi trainer bagi mahasiswa, sehingga transfer ilmu terkait teknologi blockchain dapat berlangsung secara berkelanjutan di lingkungan kampus.

Salah satu pemateri, Jinsu Han dari EQBR Korea, yang juga merupakan mitra Indonesia Blockchain Center, menyampaikan bahwa pihaknya ingin berbagi pengetahuan mengenai blockchain kepada mahasiswa Indonesia.

Baca juga: KPBB UAJY Gelar Lomba Cerita BIPA Meriahkan Dies Natalis ke-60 UAJY

“Kami ingin mendukung mahasiswa agar dapat mengembangkan ide-ide menjadi layanan komersial nyata melalui teknologi Web3 dan blockchain,” ujarnya.

EQBR sendiri merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur Web3 dan meyakini bahwa teknologi blockchain mampu membangun kepercayaan, khususnya bagi perusahaan rintisan di Asia, yang sering menghadapi tantangan dalam membuktikan kredibilitasnya di tengah persaingan global.

Hari kedua materi ToT diberikan oleh Tam Pak Yin Philip, Co-Founder sekaligus Direktur GreenX dan Indonesia Blockchain Center.

Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalamannya serta menghadirkan proyek nyata yang pernah ia tangani.

Ia berharap hal ini dapat memberikan gambaran kepada para dosen mengenai cara kerja blockchain dan Web3.

"Saya harap studi kasus semacam ini dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat kasus secara nyata," ujarnya.

Dalam pemaparan materinya yang membahas mengenai Aetherium, sebuah proyek yang sedang dijalaninya, ia menjelaskan bahwa proyek ini menggabungkan kecerdasan buatan dengan hiburan musik serta memanfaatkan teknologi blockchain.

 "Jadi, proyek Aetherium menggabungkan bakat musik dan kreativitas dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan sebuah pertunjukan," jelasnya.

Dekan FTI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FTI UAJY bersama Indonesia Blockchain Center untuk menyebarkan pemahaman teknologi blockchain, termasuk menuju tahap sertifikasi mahasiswa.

"Saya berharap ilmu yang telah diterima para dosen dapat diteruskan dan diimplementasikan kepada seluruh mahasiswa di program studi yang ada di FTI UAJY," tutupnya. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved