Disperindag DIY Pastikan Ketersediaan Kedelai Aman 

Dengan adanya kenaikan harga kedelai, Disperindag DIY telah melakukan pemantauan ketersediaan kedelai.

guardian.ng
ILUSTRASI kacang kedelai 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga kedelai di DIY melonjak, namun ketersediaan masih aman. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, mengatakan sebelum Lebaran harga kedelai sekitar Rp9.400, namun saat ini melonjak menjadi Rp10.100.

Ia menyebut kenaikan harga kedelai ada sangkut pautnya dengan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Kedelai di DIY diimpor dari Amerika Serikat oleh importir asal Semarang.

Sementara untuk kedelai lokal berasal dari Gunungkidul dan Bantul. 

"Sebelum hari raya (Idulfitri) Rp 9.400, sekarang sudah Rp10.100. Iya ada kaitannya (kenaikan harga kedelai karena perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok)," katanya, Senin (28/04/2025). 

Dengan adanya kenaikan harga kedelai, pihaknya tentu melakukan pemantauan ketersediaan kedelai.

Berdasarkan pantauannya, ketersediaan kedelai di DIY masih aman. 

"Produksi tahu, tempe, susu kedelai, semua menggunakan bahan baku kedelai. Yang mana kita tahu, tempe menjadi konsumsi harian dan andalan masyarakat DIY. Tentu pasti tinggi kebutuhan kedelai di Yogyakarta tinggi. Disperindag tentu memantau ketersediaan komoditi kedelai, dan saat ini dalam keadaan aman," sambungnya. 

Baca juga: Harga Kedelai di DIY Melonjak, Perajin Tahu dan Tempe Pilih Kurangi Ukuran 

Terpisah, Ketua Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DIY, Tri Harjono menerangkan harga kedelai naik secara bertahap, mulai dari Rp100, dan paling banyak Rp 200, hingga kini mencapai Rp 10.100.

Meski ada kenaikan harga, namun perajin tidak kesulitan mendapatkan kedelai

"Kenaikan bertahap, sejak kebijakan Trump (tarif resiprokal Amerika Serikat) itu. Naik dari Rp 100 paling banyak Rp 200, nggak tiba-tiba melonjak dari Rp 8.600 jadi Rp 10.100. Kalau perajin itu yang penting barangnya ada. Saat ini masih aman, tidak kesulitan meskipun harga naik,” terangnya. 

Ia mengakui perajin tahu tempe di DIY merasa keberatan dengan kenaikan harga kedelai ini. Hal itu karena selama ini harga kedelai per kilogramnya hanya sekitar Rp9000.

Meski begitu, perajin tahu tempe di DIY masih tetap berproduksi. Hanya saja, perajin tahu tempe memilih untuk memperkecil ukuran.

"Perajin masih menerima kalau harga Rp10 ribu, walaupun sudah pada teriak-teriak, karena paling tinggi Rp9000, tiba-tiba melonjak,” imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved