Inspiring Beauty

Ria Artha Prawiti Berupaya Konsisten di Dunia Tarik Suara

Percaya bahwa apa yang dikerjakan secara sungguh-sungguh, niscaya bakal menuai hasil maksimal.

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA
Ria Artha Prawiti 

TRIBUNJOGJA.COM - Percaya bahwa apa yang dikerjakan secara sungguh-sungguh, niscaya bakal menuai hasil maksimal. Hal itu merupakan kalimat sakral yang diyakini perempuan pemilik nama Ria Artha Prawiti

Tiwi, begitu sapaan akrabnya, hingga saat ini masih konsisten menekuni dunia tarik suara. Setidaknya sudah satu dekade Tiwi menjadi seorang penyanyi, mulai solo karier , vokal grup hingga menjadi frontliner band sudah ia rasakan. 

Terbaru, Tiwi tengah mengikuti proses berkarya bersama band barunya yang mengusung musik era 80-90 an. Bagi Tiwi, berkarya dengan band baru membuka peluang lebih luas baginya untuk memperkaya khasanah pengetahuan bermusik dan sekaligus menantang diri sendiri untuk tetap konsisten berkarya.

"Band baru, tambah ilmu, tambah relasi, tambah pengalaman dalam proses berkarya dan tentunya menguji diri sendiri sebagai musisi apakah bisa terus menjaga semangat berkarya," ungkap Tiwi.

Sebelumnya, Tiwi pernah bersolo karier melalui ajang pencarian bakat. Hanya saja, Tiwi belum beruntung bisa menjadi salah satu pemenang meski sempat masuk finalis. 

Meski begitu, Tiwi tetap mendapatkan pengalaman berharga yang membuka wawasannya lebih luas. Salah satunya melalui ajang pencarian bakat, Tiwi mengetahui seluk beluk industri entertainment khususnya musik. 

Selain itu, ia juga memiliki banyak relasi baru dengan beragam latar belakang profesi. Setidaknya, menurut Tiwi, pengalaman selama mengikuti proses ajang pencarian bakat mengasah mentalnya menghadapi kehidupan yang ia ibaratkan semacam naik permainan roller coaster.

Bagi Tiwi, hal-hal baru selalu menarik perhatiannya, pengalaman mengikuti ajang pencarian bakat menjadi modal kuat Tiwi. Sehingga, semakin yakin bahwa sepanjang terus berusaha serius, soal rezeki tak perlu takut, lantaran Tuhan sudah mengaturnya. 

Guna mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi yang dikenal dengan karya-karyanya, Tiwi terus berusaha menaklukkan diri sendiri untuk tidak mudah menyerah apapun yang terjadi.

Tiwi mengaku yakin, sebuah karya akan menemukan pendengarnya sendiri. Tugas seorang penyanyi, adalah membawakan sebuah lagu dengan baik, sehingga pesan dari sebuah lagu tersebut bisa diterima para pendengar dan mampu meninggalkan kesan mendalam.

"Kalau ditanya mengapa masih di jalur menyanyi, aku yakin saja, apapun yang kita usahakan, berserah diri kepada Tuhan, hasilnya terbaik pasti bakal diberikan. Tak perlu risau, meskipun sebagai manusia pastinya aku juga sempat di momen momen sangat khawatir dengan masa depan, tapi setelah belajar dari kegagalan dan pahit kehidupan, jadi lebih menikmati setiap prosesnya," ungkap Tiwi.

Selain menjadi penyanyi, Tiwi juga merambah dunia MC dan model. Bagi Tiwi, menjadi MC maupun model memiliki benang merah dengan profesinya sebagai seorang penyanyi, paling tidak sama sama menghadapi khalayak. 

Lantaran sudah kerap menyanyi di berbagai panggung dengan dilihat para penonton, saat menjadi MC, Tiwi merasa tak jauh beda sehingga tak merasa gugup berlebihan.

"Saat menjadi MC sebenarnya lebih menantang, karena posri interaksinya lebih banyak daripada ketika menyanyi. Apalagi ketika dihadapkan pada audiens yang memiliki beragam budaya, profesi dan gaya dalam berbicara, itu benar benar harus ngulik dulu sebelum membawakan acara supaya sebagai MC bisa menempatkan diri sebaik mungkin," kata Tiwi

Suka Ngedance
Perempuan kelahiran Bandung, 19 Juni 1994 ini memiliki hobi ngedance. Rupanya, olah tubuh dengan diiringi musik ini sudah ia gemari sejak masih duduk di bangku SMP. 

Tiwi menyukai dance dan menari tradisional lebih dulu daripada menyanyi. Hingga saat ini, Tiwi masih rutin ngedance di setiap waktu luangnya.

Bahkan, saking sukanya ngedance, Tiwi merasa ngedance adalah me timenya. Diakui Tiwi, ketika ngedance, ia merasa bisa merilis hal hal yang mengganjal atau kurang mengenakkan yang ia alami hari itu. Ngedance menjadi cara Tiwi memperoleh energi positifnya.

"Bahkan aku sampai bikin koreografi untuk bandku, karena memang aku suka ngedance. Kalau ada waktu luang aku sempatkan ngedance, kadang Kpop atau modern dance yang lagi tren. Sering juga di sela sela event nyanyi, dijeda pentas aku ngedance di backstage, mungkin karena aku orangnya ngga bisa diam ya, jadi pengin bergerak terus," kata Tiwi sembari berkelakar.

Manfaat baik dirasakan Tiwi berkat ia rutin ngedance. Paling tidak, kebugaran tubuhnya terus terjaga sehingga menunjang performanya ketika sedang menyanyi di panggung. 

Tiwi menyadari, bahwa kondisi tubuh yang prima menjadi modal utama menjalani profesi sebagai seorang penyanyi. "Bakal kelihatan sekali ketika di atas panggung, saat tubuh kita kurang sehat, power menyanyi bakal berkurang dan energi lagunya tak sampai ke penontong karena fisiknya lelah, apalagi ketika pikiran juga lagi banyak, pengaruh banget saat kita menyanyi, itu tantangan besar menjadi seorang penyanyi yang aku rasakan," imbuh Tiwi. (yud)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved