Wakil Bupati Gunungkidul Minta Masyarakat Pertahankan Tradisi Bersih Desa

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan tradisi bersih desa atau  rasulan adalah salah satu tradisi di Kabupaten Gunungkidul

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
GUNUNGAN: Warga saat memperebutkan Gunungan dalam tradisi bersih desa di Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, pada Senin (21/4/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tradisi bersih desa atau rasulan di Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu  tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat secara turun-temurun.

Tradisi ini dirayakan pasca-panen sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang melimpah sekaligus untuk merti atau bersih desa mengharap keselamatan dan menolak mara-bahaya terhadap seluruh warga desa. 

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan tradisi bersih desa atau  rasulan adalah salah satu tradisi di Kabupaten Gunungkidul yang paling dikenal luas di masyarakat.

Dulu, kegiatan ini murni sebagai bentuk syukur atas hasil panen. 

Namun sekarang, rasulan sudah berkembang menjadi ajang silaturahmi, ruang ekspresi seni dan budaya, serta hiburan rakyat.

“Saya berharap, semangat kebersamaan dan gotong-royong yang tercermin dalam tradisi rasulan dapat terus dijaga sebagai warisan budaya yang hidup, dinamis, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” paparnya dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).

Dia menambahkan tradisi budaya seperti ini merupakan identitas dari masyarakat. Sehingga, ketika budaya ini tergerus maka otomatis jati diri masyarakat juga akan hilang. 

"Budaya adalah identitas kita. Tanpa budaya, kita kehilangan jati diri,” terangnya.

Dia mengatakan, pemerintah akan siap mendukung dalam pelestarian budaya yang ada di Gunungkidul.

Dukungan ini mencakup perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, dan penghargaan terhadap warisan budaya.

"Tentu, tradisi  ini tidak bisa bertumbuh kembang dan berkesinambungan tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan dengan komitmen ini, tradisi di Gunungkidul terus terjaga," terangnya.

Sementara itu,Lurah Kalurahan Wunung, Sudarto mengatakan kegiatan bersih desa atau rasulan di tempatnya diawali dengan seluruh warga bergotong -royong membersihkan kampung. 

Kemudian, dilakukan kirab dengan membawa 12 gunungan hasil bumi warga setempat. Setelah itu, gunungan akan dibawah ke lapangan di desa untuk dibagikan ke masyarakat.

"Setelah itu diakhir dengan doa bersama," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved