Lebaran 2025

Garebeg Sawal 2025 Digelar Hari Ini, Cek Makna Lima Gunungan yang Telah Disiapkan

Keraton Yogyakarta akan menggelar Garebeg Sawal 2025/Je 1958 hari ini, Senin (31/3/2025) mulai pukul 09:00 WIB.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Joko Widiyarso
dokumentasi Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
GAREBEK SAWAL - (Ilustrasi) Gunungan dalam Garebeg Sawal yang diperebutkan atau dirayah masyarakat. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Yogyakarta akan menggelar Garebeg Sawal 2025/Je 1958 hari ini, Senin (31/3/2025) mulai pukul 09:00 WIB.

Garebeg Sawal tersebut merupakan rangkaian peringatan Idulfitri 1446 H yang digelar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu (23/3/2025) yakni Gladhi Resik Prajurit dan ditutup dengan Ngabekten Putri, Selasa (1/4/2025).

Di Garebeg Sawal tahun ini, akan ada lima jenis gunungan yang dibagikan pada prosesi pelaksanaan.

Penghageng II KHP Widyabudaya, KRT Rinta Iswara menjelaskan kelima jenis itu adalah Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan.

Gunungan tersebut akan dikeluarkan secara berurutan dari Keraton sesuai dengan urutannya.

Akan ada tiga Gunungan Kakung, peruntukannya masing-masing untuk Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan.

Sementara, yang lainnya masing-masing berjumlah satu buah dan akan dibagikan kepada masyarakat Masjid Gedhe, bersama dengan satu Gunungan Kakung.

“Terdapat satu buah Gunungan yakni Pawohan, yang selanjutnya dibagikan kepada Abdi Dalem Pengulon,” beber dia.

Ia menambahkan, Garebeg sendiri merupakan salah satu upacara yang hingga saat ini rutin dilaksanakan oleh Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kata Garebeg, berasal dari Bahasa Jawa memiliki arti berjalan bersama-sama di belakang Ngarsa Dalem atau orang yang dipandang sepertimNgarsa Dalem.

“Garebeg yang dilakukan di Keraton adalah Hajad Dalem, sebuah upacara budaya yang diselenggarakan oleh Keraton dalam rangka memperingati hari besar agama Islam yakni Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.

Dalam pendapat lain dikatakan bahwa Garebeg atau yang umumnya disebut “Grebeg” berasal dari kata gumrebeg, mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara tersebut.

“Sementara gunungan merupakan perwujudan kemakmuran Keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya. Jadi makna Garebeg Sawal secara singkatnya adalah perwujudan rasa syukur (mangayubagya) akan datangnya Idulfitri, yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui ubarampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram,” pungkasnya.

Malam hari setelah pelaksanaan Garebeg Sawal, akan digelar prosesi Bedhol Songsong di Kagungan Dalem Sasana Hinggil Dwi Abad.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved