Waduh! Zelensky Meramal Putin Segera Meninggal

Kabar mengejutkan datang dari Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat pernyataan mengejutkan.

Tayang:
Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pada Minggu (23/2/2025) bahwa penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di Ukraina sebagai jaminan keamanan adalah hal yang logis jika kesepakatan mineral antara kedua negara disetujui.  

TRIBUNJOGJA.COM - Kabar mengejutkan datang dari Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat pernyataan mengejutkan.

Zelensky memprediksi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera meninggal dunia. Zelensky dengan tegas mengatakan bahwa kekuasaan Putin akan berakhir seiring dengan kematiannya.  

"Dia (Putin) akan segera meninggal, dan itu adalah fakta. Ini akan segera berakhir," ujar Zelensky dalam sebuah wawancara, dikutip dari New York Post, Kamis (27/3/2025). 

Presiden ke-16 Ukraina itu juga memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak membantu Rusia keluar dari isolasi politik dan ekonomi global. 

Menurutnya, jika AS memberikan celah bagi Rusia untuk keluar dari tekanan internasional, hal tersebut bisa menjadi ancaman besar bagi stabilitas global. 

"Sangat penting bagi AS untuk tidak membantu Putin keluar dari isolasi global saat ini," ujar Zelensky.  

Ia menekankan bahwa Putin sangat takut dengan ketidakstabilan di dalam negerinya sendiri.  

Jika negara-negara Barat terus memberikan tekanan, hal itu dapat memperburuk kondisi internal Rusia.  

"Jika mereka terus menekan Putin, ia akan menghadapi ketidakstabilan di dalam masyarakatnya, dan ia akan takut akan hal itu," tambahnya. 

Pernyataan Zelensky ini muncul menjelang pertemuannya dengan para pemimpin Eropa di Paris pada Kamis (27/3/2025) untuk membahas kemungkinan gencatan senjata permanen antara Rusia dan Ukraina.  

Zelensky merasa yakin dengan ucapannya, mengingat adanya laporan mengenai kondisi kesehatan Putin yang menurun. 

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Putin mengalami stroke, menderita berbagai jenis kanker, hingga memiliki penyakit Parkinson.  

Meskipun Kremlin berkali-kali membantah spekulasi tersebut, berbagai laporan intelijen Barat terus menguatkan dugaan bahwa kesehatan Putin semakin memburuk. 

Sementara itu, beberapa hari sebelum pernyataan ini keluar, AS mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati penghentian serangan militer di Laut Hitam.  

Namun, kesepakatan tersebut tampaknya tidak menunjukkan sinyal positif karena kedua belah pihak saling tuduh telah melanggar ketentuan perjanjian yang ditengahi AS. 

Dengan situasi yang masih memanas, pernyataan Zelensky tentang Putin dan peringatan kepada AS menunjukkan bahwa ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih jauh dari mereda. (Kompas.com) 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved