Ribuan Santri di Yogyakarta Ikut Program Mudik Gratis 2025 Bersama PWNU DIY

Ribuan santri Ponpes Assalafiyah, Mlangi, Kabupaten Sleman mengikuti program Mudik Berkah Bersama Santri gratis PWNU) DIY,

|
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/ISt
Ribuan Santri di Yogyakarta Ikuti Mudik Gratis 2025 Oleh PWNU DIY dan Jajaran, Minggu (16/3/2025 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan santri Ponpes Assalafiyah, Mlangi, Kabupaten Sleman mengikuti program Mudik Berkah Bersama Santri gratis bersama Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Minggu (16/3/2025).

Para santri begitu antusias saat hendak memasuki bus untuk pulang ke kampung halaman, merayakan Idulfitri 1446 H.

Ketua PWNU DIY KH Zuhdi Muhdlor melepas langsung keberangkatan rombongan para santri.

"Ini merupakan wujud kepedulian NU terhadap para santri yang akan mudik ke rumah masing-masing," katanya, kepada awak media.

Mudik gratis ini diorganisir oleh tiga komponen PWNU yakni dari LAZISNU DIY, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RBI) atau perkumpulan popnes NU se-DIY, serta dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakapan kepedulian NU terhadap keselamatan dan kenyamanan para santri saat pulang kampung.

"Sehingga dalam situasi menjelang lebaran santri gak kesulitan cari kendaraan, berpanas-panas di jalan, kamai fasilitasi sampai ke tempat-tempat tujuan," terang Zuhdi.

Ketua LAZISNU DIY, Mambaul Bahri, menyampaikan mudik gratis ini diikuti sekitar 1.000 lebih santri.

Total ada 20 bus yang disiagakan untuk mengantar para santri-santri pulang kampung.

Program ini dilaksanakan empat gelombang dimulai 16 Maret hingga sekitar 22 Maret 2025.

Gelombang pertama dilaksanakan di Ponpes Assalafiyah, Mlangi, lalu berlanjut di Ponpes Krapyak, Ponpes Ngrukem dan Ponpes Al Imdad, Kabupaten Bantul.

Daerah tujuan para santri di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga ke Lampung.

"Sementara masih sekitar 1000 santri, tahun depan diharapkan terus bertambah," katanya.

Wakil Rektor Bidang Kepesantrenan, UNU Yogyakarta Abdul Ghoffar, menyampaikan program ini sesuai dengan arahan PWNU DIY untuk melakukan kolaborasi internal yang bermanfaat.

"Adanya program ini santri nyaman bareng-bareng, orang tua merasa aman. Disisi lain ponpes juga ada keguyuban," pungkasnya. (Tribunjogja.com/hda) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved