Inspiring Beauty

Berawal Suka Cokelat, Meika Sukses Tekuni Bisnis Cokelat nDalem

MENJADI seorang entrepreneur merupakan satu pilihan profesi yang sudah dijalani perempuan pemilik nama lengkap Meika Hazim.

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/TURIBIUS ROSWANDA
Meika Hazim 

MENJADI seorang entrepreneur merupakan satu pilihan profesi yang sudah dijalani perempuan pemilik nama lengkap Meika Hazim selama 12 tahun belakangan ini. Ika, begitu sapaan akrabnya, mulai merintis bisnis kuliner dari hal yang ia sukai bersama sang Suami. 

Cokelat adalah awal mula Ika menjadi seorang entrepreneur, kebetulan ia memang suka makan cokelat. Singkat cerita, Ika merintis usaha produksi olahan kakao menjadi kudapan siap makan berbentuk cokelat ini dengan riset yang terukur. 

Ika yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan sang suami dari teknologi pangan berkolaborasi membuat produk cokelat dengan tugas masing-masing secara profesional. 

Ika mengungkapkan, meski sebagai suami istri, dalam menjalankan bisnis tetap berbagi tugas sesuai kompetensi masing-masing. Untuk urusan kurasi bahan pembuatan cokelat, ia serahkan kepada suaminya. Sementara untuk branding, segmentasi hingga penjualan produk adalah tugas Ika.

"Kebetulan suami memang latar keilmuan dari teknologi pangan dan suka melakukan riset pengolahan teh, kopi dan cokelat. Kami berdua suka cokelat, setelah diskusi panjang, kami memutuskan membuat produk cokelat dengan brand sendiri bernama Cokelat nDalem," ungkap Ika.

Ibarat naik permainan di taman hiburan bernama roller coaster, begitu Ika mengandaikan perjalanan bisnis cokelatnya ini, naik turun, terjal dan mendebarkan. Bagaimana tidak, kondisi yang paling membuatnya merasa pernah di ujung tanduk, adalah saat pandemi covid 19 kala itu.

Diceritakan Ika, stok cokelat produksinya saat itu sangat banyak lantaran disiapkan untuk menyambut lebaran yang biasanya tinggi permintaan, tiba-tiba terjadi pandemi yang menyebabkan perekonomian saat itu tiarap dan tak tahu rimbanya.

Setidaknya, stok untuk 40 toko oleh-oleh yang selama ini menjadi ujung tombak penjualan secara offline, harus berhenti operasional lantaran kondisi yang tak memungkinkan untuk beroperasi kala itu. 

Sejatinya, secara sistem bisnis, semua bisa diremot dari rumah ketika WFH diterapkan, hanya saja tetap membutuhkan ide-ide cemerlang yang lebih kuat agar bisa bertahan.

"Benar-benar harus bersiasat saat itu, dari 40 toko hanya 15 toko yang masih memungkinkan tetap buka, itupun sulit diharapkan. Alhasil, saya dan tim sprint go online, kami jualan online langsung official store di semua market place. Mau tak mau penjualan yang nyaris semua offline harus beralih ke online," ungkap Ika.

Ika menuturkan, sejatinya upaya maksimal sudah dilakukan untuk bertahan pada masa pandemi waktu itu dengan memanfaatkan market place, meski hasilnya tak maksimal, rupanya usaha ini membawa dampak positif lain.
Meika Hazim sebagai owner diajak berkolaborasi whatsapp business melalui UKM Indonesia untuk melakukan mentoring kepada 3.600 UMKM di seluruh Indonesia lantaran dianggap sukses melakukan terobosan penjualan online yang ia terapkan pada brand Cokelat nDalem.

"Jujur tak menyangka, rezeki datang dari branding Meika Hazim sebagai entrepreneur. Sejak itu, saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan bersama tim sudah dijalur yang benar, tinggal bagaimana melanjutkan dan terus berinovasi," ungkap Ika.

Kini, Ika terus mengembangkan varian produk Cokelat nDalem untuk menjadi oleh-oleh khas dari Jogja. Setelah melewati beragam cobaan dalam bisnisnya, Ika menyadari bahwa branding personal dan produk bisa saling mendukung untuk kemajuan sebuah bisnis. 

Sempat Kerja Kantoran 
Perempuan kelahiran Yogyakarta, 18 Mei 1982 ini rupanya sempat merasakan kerja kantoran. Ika, kala itu, pernah meniti karier di dunia broadcasting dengan menjadi seorang news anchor di stasiun TV milik pemerintah. 

Selain itu, Ika juga pernah bekerja di sebuah perusahaan animasi besar di Indonesia. Pengalaman bekerja di beberapa bidang tersebut, diakui Ika, sangat bermanfaat baginya ketika ia mulai merintis bisnis sendiri, setidaknya banyak relasi yang bisa membantunya memasarkan produk cokelat bikinannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved