Pemkab Bantul Temukan Minyakita Tak Sesuai Takaran dan Masih Beredar di Pasaran
Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, mengatakan temuan itu banyak berada di kemasan botolan Minyakita.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menemukan produk Minyakita tak sesuai takaran dan saat ini masih beredar di pasaran.
Akan tetapi, jumlah takaran yang kurang itu dinilai tidak banyak dan masih dianggap wajar.
Plt Kepala Dinas UKM Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, mengatakan temuan itu banyak berada di kemasan botolan Minyakita.
"Minyakita kemarin kami temukan ada kekurangan, tapi sedikit. Hanya beberapa. Isinya sekitar 952-986 mililiter," katanya kepada awak media, Kamis (13/3/2025).
Disampaikannya, Minyakita tak sesuai takaran itu berada di sejumlah titik pasar di Kabupaten Bantul.
Namun, Fenty enggan membeberkan lokasi persis tersebut.
"Dari temuan itu kami sampaikan ke pusat. Jadi, semuanya kami laporkan, termasuk dengan produsennya. Nanti pusat yang akan mengambil kebijakan," tuturnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kini pihaknya melakukan pengawasan terhadap sejumlah komoditas. Termasuk komoditas Minyakita di Pasar Imogiri.
Baca juga: Jual Daging di Bawah Rerata Harga Pasar, Penjual asal Bantul Tuai Protes, Pemkab Kulon Progo Mediasi
Senada, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan, juga menyampaikan langkah dalam mengantisipasi kejadian takaran Minyakita yang tak sesuai di pasaran.
"Sebagai langkah antisipasi, kami menugaskan lewat lurah-lurah pasar untuk memantau secara intens di masing-masing wilayah," papar dia.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Imogiri, Karni (50), menyebut, Miyakita yang dijual di tempatnya sudah sesuai takaran.
"Saya kan jual Minyakita yang dikemas dalam plastik berisi 1 liter. Nah itu kemarin saya coba ambil salah satunya dan saya coba takar manual, hasilnya aman. Malah jumlahnya agak lebih sedikit dari takaran yang saya punya," tutur dia.
Adapun harga Minyakita yang dijual olehnya sejumlah Rp15.500 per liter. Harga Minyakita yang dijual tersebut berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Minyakita senilai Rp15.700 per liter.
"Saya sengaja jual rendah biar dagangannya tetap laku di pasaran. Ga papa untung sedikit, yang penting jalan. Saat ini permintaanya juga masih standar dan stoknya aman," tandas dia.(*)
| Alokasi P2BMP Bantul Berkurang Rp10 Juta, Bupati: Pamong Harus Lebih Ditingkatkan Kesabarannya |
|
|---|
| DKUKMPP Bantul Minta Tambahan Kuota 43.280 Tabung Elpiji Subsidi untuk Masa Libur Nataru |
|
|---|
| Momen Nataru 2025/2026, Pemkab Bantul Akan Update Informasi dan Kondisi Secara Berkala |
|
|---|
| Pemkab Bantul Akan Gelar Rapat Pleno Bahas Besaran Kenaikan UMK 2026 |
|
|---|
| Proyek Perbaikan Jalan di Bantul Ditargetkan Selesai Sebelum Momen Pergantian Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkab-Bantul-temukan-Minyakita-tak-sesuai-takaran.jpg)