Kapanewon Nglipar Gunungkidul Dipacu Jadi Sentra Peternakan Kambing

Kapanewon Nglipar di Kabupaten Gunungkidul mempunyai potensi untuk pengembangan sentra-sentra peternakan kambing berbasis korporasi.

Dok.Istimewa
PETERNAKAN KAMBING - Petugas saat memeriksa salah satu kambing yang dipelihara kelompok ternak Sebungkus Makmur, Nglipar, Senin (10/3/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kapanewon Nglipar di Kabupaten Gunungkidul mempunyai potensi untuk pengembangan sentra-sentra peternakan kambing berbasis korporasi.

Satu di antaranya yang sudah berjalan yakni Kelompok Peternak Kambing Senung Makmur Lestari di Padukuhan Pilangrejo, Kalurahan Pilangrejo. 

Panewu Nglipar, Sustiwiningsih, mengatakan kelompok peternakan ini baru berdiri sejak Agustus 2024 lalu, namun telah berkembang pesat hingga memiliki 500 ekor kambing. 

"Peternakan ini diinisiasi oleh teman-teman dari Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG). Kami berharap ke depan (dengan potensi ini) wilayah Nglipar dapat menjadi sentra peternakan kambing di Gunungkidul," ujarnya pada Selasa (11/3/2025).

Ia mengatakan adanya pengembangan sektor peternakan kambing di wilayahnya diharapkan membawa banyak perubahan, terutama wilayahnya yang kurang produktif bisa dimanfaatkan untuk budidaya pakan ternak.

"Namun, untuk sampai ke sana kami butuh beberapa fasilitas mendukung yakni alat pencacah rumput atau chopper guna meningkatkan efisiensi pakan ternak," ucapnya.

Sementara itu, Lurah Kalurahan Pilangrejo, Sunaryo menambahkan peternakan kambing yang dijalankan oleh pihaknya memakai sistem bagi hasil oleh masyarakat di berbagai padukuhan.

"Di mana, saat ini sudah  ada 279 kepala keluarga (KK) yang menjadi penggaduh, dengan masing-masing keluarga memelihara 2-3 ekor kambing," kata dia.

Baca juga: Penataan Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul Siapkan Anggaran Rp1 Miliar

Meskipun begitu, dia mengaku masih banyak kendala yang dihadapi peternak terutama soal kesehatan ternak.

Maka dari itu, pihaknya berharap adanya kolaborasi antara peternak dan  Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat.

Harapannya dapat berkolaborasi untuk menjaga kesehatan ternak, mengingat tantangan yang dihadapi antara lain masalah kesehatan kambing serta pengolahan kotoran ternak.

"Karena, saat ini kami juga kesulitan untuk mengolah kotoran kambing dengan baik. Pasalnya, setiap ekor kambing menghasilkan sekitar 1,2 kilogram kotoran per hari," tambahnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, berjanji akan menindaklanjuti berbagai kendala yang dihadapi peternak, utamanya mendapatkan pendampingan teknis yang memadai.

Selain itu, menurutnya manajemen peternakan harus profesional agar menghasilkan keuntungan serta dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

"Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, nantinya peternakan kambing di Pilangrejo diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat," urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved