Bagaimana Nilai Moral Pancasila Bisa Mencegah Korupsi Merajalela?
Pancasila menjadi dasar penting untuk bangsa Indonesia karena bisa menjadi benteng utama mencegah dan memberantas korupsi yang merajalela.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Korupsi masih menjadi penyakit kronis yang menggerogoti berbagai sektor di Indonesia.
Meski berbagai upaya penegakan hukum telah dilakukan, praktik korupsi tetap saja merajalela.
Dalam menghadapi permasalahan ini, nilai-nilai moral Pancasila sebenarnya dapat menjadi benteng utama dalam mencegah dan memberantas korupsi.
Anggota MPR RI DIY, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai moral kompas bangsa. Hal itu dia sampaikan dalam Sosialisasi 4 Pilar di Banyu Mili, Gamping, Sleman beberapa waktu lalu.
Yashinta kembali mengingatkan pentingnya 4 pilar MPR RI untuk keutuhan bangsa.
Empat pilar itu adalah Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Pancasila mendapatkan penekanan khusus sebagai moral kompas bagi generasi muda agar terhindar dari perilaku korupsi yang sangat marak dalam beberapa waktu terakhir.
“Korupsi yang marak akhir-akhir ini seharusnya membuat kita sadar bahwa Pancasila harus direfleksikan secara mendalam sebagai moral kompas bangsa. Pancasila harus dihayati dalam setiap perilaku kita sehari-hari untuk mencegah keinginan melakukan korupsi” ucap Yashinta mewakili anak muda yang resah terhadap kasus korupsi akhir-akhir ini.
Korupsi dianggap masalah genting karena Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2024 naik tajam.
Dirilis Transparency International mencatat bahwa Indonesia meraih skor 37, naik 3 poin dari skor yang diperoleh pada 2023 sehingga membuat peringkat Indonesia di level dunia juga naik dari 115 ke 99.
Baca juga: Bedah Buku Praksis Pancasila di FEB UGM, Bagaimana Ideologi Itu Bisa Diterapkan di Perusahaan?
“Saya sangat resah terhadap Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang cukup mengkhawatirkan dan bisa menggerogoti sendi kehidupan bangsa. Kita sebagai generasi muda harus memperbaiki ini bersama-sama” ucapnya.
Cara memperbaiki perilaku korupsi yang utama adalah dengan kembali menghayati Pancasila menjadi prinsip hidup sehari-hari.
Pancasila selama ini hanya diagungkan lewat kata dan ucapan, namun dikhianati dalam tindakan.
Yashinta ingin Pancasila menjadi pedoman dalam tindakan sehari-hari sehingga kasus korupsi tidak terjadi lagi.
Pancasila mengajarkan kita untuk adil sejak dalam pikiran sehingga keserakahan menjadi hal terlarang.
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
| Jejak Digital Berpotensi Menyeret Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman |
|
|---|
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
| Kejari Sleman Bidik Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Margoluwih dan Margokaton di 2026 |
|
|---|
| Komisi I DPRD Kulon Progo Desak Audit Menyeluruh untuk PT SAK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/celg-eks-korupsi.jpg)