Momen Peringatan Serangan Umum 1 Maret, Tanamkan Nilai Sejarah Sejak Dini

Serangan Umum 1 Maret mempunyai arti yang sangat penting. Di mana terdapat sejarah pertahanan Indonesia

Dok. Pemkab Bantul
DISKUSI SEJARAH: Diskusi peringatan Serangan Oemoem 1 Maret 1949, di Museum HM Soeharto, Kamis (27/2/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengajak masyarakat untuk terus menanam pemahaman nilai-nilai sejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, saat pelaksanaan diskusi Serangan Oemoem 1 Maret 1949, di Museum HM Soeharto, Kamis (27/2/2025).

"Kita sendiri juga sudah berusaha menanamkan nilai-nilai sejarah sejak dini melalui berbagai kegiatan. Salah satunya berupa kegiatan gratis kunjungan museum," katanya. 

Lanjutnya, Serangan Umum 1 Maret mempunyai arti yang sangat penting. Di mana terdapat sejarah pertahanan Indonesia, sehingga Serangan Umum 1 Maret 1949 turut dinilai relevan dengan penegakan kedaulatan.

Sementara itu, Kepala Museum HM Soeharto, Gatot Nugroho, berujar, di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto tersebut salah satunya menceritakan Letkol Soeharto pada 1949 atau ketika berusia 28 tahun memimpin penyerangan yang dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret.

"Saat itu bisa memimpin pasukan melakukan Serangan Umum, serangan besar-besaran pada malam hari, sehingga terjadi perlawanan dengan masyarakat kami, dan juga banyak korban yang kemudian dimakamkan di makam Somenggalan," katanya.

Menurutnya, sikap kepemimpinan positif tersebut perlu ditanam oleh generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia.

"Kami berharap, generasi penerus bangsa juga dapat selalu mengenang sosok pahlawan, pejuang bangsa yang rela berkorban untuk kemerdekaan Indonesia," tutup dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved