DPKH Gunungkidul Klaim Tidak Ada Penambahan Kasus Antraks 

Kasus antraks kembali ditemukan pada seekor sapi yang mati di Dusun Sawah, Tileng, Kapanewon Girisubo, pada 15 Februari 2025 lalu. 

DOK. Kemenkes RI
ILUSTRASI - Penyakit antraks 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas peternakan dan kesehatan hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul mengklaim tidak ada penambahan kasus antraks di wilayahnya.

Kasus antraks kembali ditemukan pada seekor sapi yang mati di Dusun Sawah, Tileng, Kapanewon Girisubo, pada 15 Februari 2025 lalu. 

"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan tambahan kasus, baik laporan sapi yang sakit maupun mati," ujar Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, saat dikonfirmasi pada Minggu (23/2/2025).

Meskipun tidak ada penambahan kasus, Wibawanti mengatakan pihaknya tetap melakukan penyemprotan disinfektan dan pemberian vaksin terhadap ternak yang sehat.

Serta, memberikan sosialisasi soal kasus antraks melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para peternak.

"Penyemprotan disinfektan masih terus kami lakukan, baik secara mandiri oleh peternak maupun dari petugas kesehatan hewan. Begitupun dengan vaksin, saat ini ternak yang berada di sekitar lokasi kejadian sudah kami berikan vaksin," paparnya.

Baca juga: BMKG DIY: Gunungkidul Terbanyak Kejadian Tersambar Petir, Diikuti Sleman, Kulon Progo

Sementara itu, terkait sample tanah yang diambil oleh BBVet Wates, dia menuturkan hasilnya belum keluar. Dimungkinkan paling cepat besok atau lusa.

"Belum keluar, nanti akan kami informasikan jika hasilnya sudah ada," tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengimbau kepada peternak untuk melaporkan kepada petugas kesehatan setempat apabila hewan ternaknya sakit ataupun mati.

"Imbauan kami seperti itu, jangan sampai hewan yang sakit atau mati ini dagingnya dibagi-bagikan, dijual, atau berandu tadi. Harus sesuai protapnya dikubur, dan itupun harus melaporkan ke petugas agar ditangani dengan tepat," tegasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved