Gelar Rakerwil 2025, Lazisnu DIY Diminta Jadi Role Model Zakat Berbasis Digital
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2025
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2025 di Kantor DPD RI DIY pada Minggu (16/2/2025.
Tema Rakerwil Sinergitas NU Care-Lazisnu se-DI Yogyakarta untuk Mewujudkan Kemandirian Umat.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan strategi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini dihadiri seluruh Lazisnu dan Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) se-DIY, lalu perwakikan Baznas DIY, Kemenag DIY, Biro Kesejahteraan Pemerintah DIY serta anggota DPD RI DIY Dr KH Hilmy Muhammad.
Ketua Lazisnu DIY Mamba'ul Bahri, mengatakan pengumpulan dana zakat harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Pemanfaatan teknologi menjadi hal yang perlu ditingkatkan untuk mempermudah pengumpulan maupun penyaluran zakat.
"Dengan digitalisasi pertama soal transparansi, karena begitu orang donasi di Lazisnu, detik itu juga sama real time donatur langsung dapat notif bahwa donasi sudah masuk. Kedua juga didoakan secara online artinya langsung dapat jawaban dari tim kami," katanya, seusai acara.
Mamba’ul Bahri menekankan pentingnya koordinasi dan pembinaan antar-LAZISNU di semua tingkatan.
"Lazisnh DIY memiliki dua fungsi utama, yaitu koordinasi dan pembinaan terhadap LAZISNU cabang. Dengan adanya Rakerwil ini, kami berharap sinergi antar-lembaga semakin solid. Saat ini, kami juga telah memiliki platform Jogja NU Care (jogjanucare.id) sebagai wadah kampanye penggalangan dana digital,” ujarnya.
Perwakilan Baznas DIY, H. Ahmad Lutfi, menyoroti pentingnya Rakerwil sebagai forum strategis dalam menentukan arah gerak organisasi.
“Rakerwil merupakan momentum krusial untuk menetapkan tujuan dan kebijakan lembaga. Kami berharap agenda ini berjalan lancar serta menghasilkan keputusan yang dapat diimplementasikan dengan baik,” ungkapnya.
Perwakilan Biro Kesejahteraan Pemerintah DIY, Faishol Muslim, mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan oleh Lazisnu DIY dalam merespons kebutuhan umat.
“Kami berharap hasil Rakerwil ini dapat melahirkan program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Sementara Pengurus Lazisnu PBNU H Syarufuddin, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan zakat dan infak.
“Di era sekarang, digitalisasi adalah fardhu ‘ain. Kami mendorong setiap cabang untuk memiliki minimal satu program unggulan. Kami juga berharap LAZISNU DIY dapat menjadi model bagi daerah lain, menjadikan Yogyakarta sebagai percontohan dalam pengelolaan zakat berbasis digital,” jelasnya.
Rakerwil ini juga diisi dengan sidang komisi yang membahas berbagai bidang, termasuk kelembagaan, sumber daya manusia, fundraising, pendistribusian dan pendayagunaan, hubungan masyarakat, serta keuangan.
Diharapkan, hasil sidang ini dapat memperkuat peran Lazisnu dalam mendukung kemandirian umat di DIY dan sekitarnya.
| Prediksi Awal dan Puncak Musim Kemarau Menurut BMKG |
|
|---|
| Hasil Verifikasi Disdikpora: 8.066 Anak di DIY Tidak Sekolah, Penyebab dan Penanganan |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Tak Bisa Turunkan Skuat Terbaik saat Hadapi Bhayangkara FC |
|
|---|
| Cerita Petugas Haji Asal Yogyakarta, Siapkan 10 Sandal Jepit ke Tanah Suci Demi Layani Jemaah |
|
|---|
| Badai Cedera dan Akumulasi Kartu Hantui PSIM Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lembaga-Amil-Zakat-Infaq-dan-Shadaqah-Nahdlatul-Ulama-Lazisnu-se-DIY-menggelar-Rakerwil-2025.jpg)