PSIM Yogyakarta

Badai Cedera dan Akumulasi Kartu Hantui PSIM Yogyakarta

Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memastikan seluruh anggota tim tetap bekerja keras meski baru melewati hasil yang kurang maksimal

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
PEMAIN PSIM - Foto dok ilustrasi. Pemain PSIM Yogyakarta 
Ringkasan Berita:
  • PSIM Yogyakarta tatap laga tandang kontra Bhayangkara dengan persiapan total.
  • Dua bek andalan, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, absen karena akumulasi kartu kuning.
  • Cedera pemain seperti Anton Fase, Rahmatsho, dan Abiyoso menambah tantangan komposisi tim.
  • Fokus latihan diarahkan pada antisipasi bola mati untuk memperbaiki kelemahan laga sebelumnya.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan jelang laga tandang kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memastikan seluruh anggota tim tetap bekerja keras meski baru melewati hasil yang kurang maksimal.

“Kondisi mereka bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

Dua andalan absen

Duo andalan lini belakang Laskar Mataram, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Van Gastel menegaskan, “Ya, mereka akan absen.”

Persoalan cedera menjadi tantangan tersendiri bagi Van Gastel dalam meramu komposisi tim terbaik. Selain Anton Fase yang masih dalam masa pemulihan cedera, beberapa nama juga dipastikan akan absen dalam pertandingan tersebut.

“Rahmatsho dan Abiyoso cedera. Rahmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso (bermain atau tidak). Saya harus berbicara dengan dokter,” paparnya.

Antisipasi bola mati

Fokus utama persiapan tim kali ini tertuju pada evaluasi utama dalam laga terakhir, yakni antisipasi bola mati. Mantan pemain Feyenoord tersebut memberi latihan khusus terkait hal tersebut.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Jadi itulah yang saya katakan. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” jelasnya.

Selain antisipasi bola mati dan latihan biasa jelang laga, Van Gastel mengaku menganggap pertandingan lawan Bhayangkara sama dengan laga lain. Meski begitu, dirinya tetap fokus untuk bisa menampilkan tim terbaik.

“Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan,” tambahnya.

Laskar Mataram sampai saat ini belum memastikan posisinya agar aman dari zona degradasi. Tim kebanggan Kota Yogyakarta ini masih membutuhkan poin untuk menegaskan kiprahnya bertahan di BRI Super League musim depan.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved