Puisi
Arti dan Makna Puisi "Tuhan, Kita Begitu Dekat" karya Abdul Hadi W.M
Salah satu puisi yang mengangkat tema ketuhanan adalah puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi W.M.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Puisi merupakan salah satu sarana komunikasi secara tidak langsung melalui kata-kata tersirat yang disampaikan.
Selain sebagai karya sastra yang memiliki estetika, puisi merupakan sebuah hasil pikiran penyair dan perasaannya.
Perasaan ini tidak hanya tentang manusia satu dengan yang lainnya, melainkan juga manusia dengan sang pencipta.
Salah satu puisi yang mengangkat tema ketuhanan adalah puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi W.M.
Sebagai seorang sastrawan sekaligus filsuf, Abdul Hadi W.M. menuliskan puisinya dengan penuh makna.
Berikut arti dan makna puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat”
Isi Puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat”
Tuhan
Kita begitu dekat
Sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apimu
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainmu
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti angin dengan arahnya
Kita begitu dekat
Dalam gelap
Kini aku nyala
Pada lampu padammu
Arti dan Makna puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat”
Bait 1
Tuhan
Kita begitu dekat
Sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apimu
Bait ini berisi gambaran tentang betapa dekatnya hubungan antara manusia dengan Tuhan yang diibaratkan seperti api dengan panasnya.
Manusia merasakan kehadiran Tuhan dalam dirinya, menyatu dan tidak terpisahkan.
Bait 2
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainmu
Kedekatan antara manusia dan Tuhan juga diibaratkan seperti kain dengan kapas.
Kapas yang merupakan bagian dari kain, menggambarkan bahwa manusia adalah bagian yang tak terpisahkan dari Tuhan.
Manusia ada dalam naungan dan lindungan Tuhan.
Bait 3
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti angin dengan arahnya
Kita begitu dekat
Dalam gelap
Kini aku nyala
Pada lampu padammu
Bait ini menggambarkan kedekatan manusia dengan Tuhan seperti angin dan arahnya yang selalu bersama dan saling mempengaruhi.
Dalam kegelapan hidup, manusia menemukan Tuhan sebagai penerang jalan.
Manusia yang sebelumnya berada dalam kegelapan, kini menjadi "nyala" yang menerangi kehidupan orang lain, karena mendapatkan petunjuk dan kekuatan dari Tuhan. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Abdul-Hadi-W-M.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.