Puisi
4 Puisi Romantis Saat Musim Hujan
Kenyamanan pada saat hujan ini tak jarang mendatangkan ingatan yang tiba-tiba entah karena kenangan masa lalu atau momen tertentu dengan perasaan baha
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Bagi sebagian orang, musim penghujan adalah saat yang tepat untuk menikmati seduhan kopi sambil melaksanakan kegiatan di rumah satu di tempat yang tenang.
Kenyamanan pada saat hujan ini tak jarang mendatangkan ingatan yang tiba-tiba entah karena kenangan masa lalu atau moment tertentu dengan perasaan bahagia maupun sedih.
Sebagai sebuah karya sastra, puisi merupakan salah satu media untuk mengungkapkan perasaan.
Setiap bait dan lariknya selalu memiliki makna yang relevan dengan beberapa perasaan orang.
Berikut ini merupakan puisi-puisi bertemakan hujan yang mungkin cocok dengan perasaanmu ketika menikmati hujan:
1. Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
2. Sajak Hujan – Sri Wulan Ambarwati
Malam mulai menyepi
Hujan datang menyapa bumi
Memulangkan lagi setiap kenangan
Yang hampir bisa terlupakan
Hujan membawa pilu
Memaksa berteduh pada tepian waktu
Terjebak dalam basah sendu
Terkekang gigil sembilu
Hujan menerobos perdu
Bersama desir angin menderu
Mencengkeram hati nan pilu
Sampai tangan pun tak mampu menggenggam rindu.
3. Hujan – Askar
Hujan..
Engkau hadir membekukan rindu
Menepis sepi bersama pilu
Memberi hidup akar alamku
Menyamari air mata dukaku
Hujan...
Hadirlah dengan senyum
Jangan tampakkan sisi terburukmu
Hanyutkan seluruh kelam
Beningkan jiwaku dengan jernihmu
Hujan..
Beri aku sejuk
Beri aku peluk
Hibur aku dalam senyap
Dan teruslah jatuh membawa hidup.
4. Hujan Kematian – Muh. Syaifullah
Dimulai dari mendung
Saat langit ditutupi awan gelap abu-abu
Kabar itu mulai terdengar
Berita entah baik atau buruk
Kabar kepindahan kepemimpinanmu
Mendung berganti jatuhan tetesan-tetesan air
Rindukah namanya ini
Setelah engkau benar beralih ke yang lain
Setelah suasana baru bermunculan
Ketika kau tak ada di sisi
Hujan semakin menguasai
Membanjiri asa yang terputus
Membendung nasib yang terlantar
Butuh pahlawan
Butuh pemimpin
Embun menghampiri dengan sinar matahari pencerahan
Mengantarkan ibu pemimpin
Ibu tegas cerdas lagi bijaksana
Pahlawan kami datang
Hingga hujan menderas lagi
Diiringi gelegar petir tangisan
Kematian ibu pemimpin kami tiba
Setelah kami pergi tak meninggalkannya
Kami tak percaya
Sekarang engkau menyisakan pelangi
Pelangi yang lebih indah dari pelangi tujuh warna
Pelangi kejayaan tentunya
Pelangi dari ibu pemimpin kami
Bidadari pahlawan kami
Kami merindu
Saat proses hujan terjadi
Kamu rindu sosokmu
Saat proses kehidupan terjadi
Kami rindu semuamu. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hujan-di-Hutan.jpg)