Human Interest Story
Kisah Pemilik UMKM Manggar Natural, Anyaman Rotan yang Mulai Go Global
Manggar Natural memiliki filosofi mendalam, yaitu existence by natural tradition yang tercipta di tas-tas rotan kreasi mereka.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di sudut Yogyakarta yang kaya akan tradisi, lahir sebuah usaha kecil yang bertekad membawa warisan budaya ke panggung internasional.
Manggar Natural, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang didirikan oleh Jovita Sri Setyaningsih pada 2010, kini menjelma menjadi finalis dalam ajang Kementerian BUMN Award 2025.
Perjalanan panjang penuh tantangan ini tak hanya soal menciptakan produk, tetapi juga merawat warisan leluhur.
Manggar Natural memiliki filosofi mendalam, yaitu existence by natural tradition yang tercipta di tas-tas rotan kreasi mereka.
Usaha ini bukan sekadar produksi tas anyaman, tetapi juga visualisasi nilai-nilai tradisi yang dituangkan dalam desain yang dinamis dan modern.
Serat alam seperti rotan, pandan, mendong, enceng gondok, dan bambu menjadi bahan utama yang dipilih dengan cermat untuk menciptakan tas-tas unik berkelas dunia.
“Kami memproduksi bahan alam tersebut dan ingin mengangkat kerajinan Indonesia di ajang internasional dengan desain yang dinamis, modern tapi tetap menjunjung tradisi. Visi misi kami, ingin menjadikan Manggar Natural perusahaan natural bag, terdepan dalam pelestarian anyaman dengan berbasis bahan natural untuk menjadi tren di masyarakat,” kata Jovita kepada Tribun Jogja, Rabu (5/2/2025) di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta.
Tas yang diciptakan Jovita memiliki ragam bentuk. Ada yang berbentuk setengah oval dengan pegangan bundar yang terbuat dari bahan rotan yang sama.
Anyamannya rapat dan rapi, memberikan tampilan yang kokoh namun tetap elegan.
Baca juga: Kisah Heroik Nelayan Berusaha Selamatkan Korban Tenggelam di Pantai Drini: Beberapa Malam Kepikiran
Warna tas Manggar Natural rata-rata cokelat alami khas rotan yang sudah diolah, terkesan klasik dan natural.
Tas ini cocok digunakan untuk berbagai kesempatan, baik santai maupun semi-formal, serta mencerminkan keindahan kerajinan tradisional Indonesia.
“Rotan ini terkesan kuno dan keras. Jadi, kami ingin mengembangkan menjadi produk dari lokal menuju pasar global agar bisa diterima di seluruh dunia,” bebernya optimis.
Bahan Baku Tak Seragam
Jovita memahami bahwa bahan baku dari alam tak bisa selalu seragam.
| Kisah Mbah Kibar, Seniman Asli Bantul yang Berjuang Tebus Tanah Leluhur Lewat Goresan Kanvas |
|
|---|
| Kisah Santri Yaketunis Yogyakarta Menjemput Cahaya Alquran Lewat Titik-titik Braille |
|
|---|
| Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu |
|
|---|
| Kisah Aji Ramadan, Driver Ojol yang Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM |
|
|---|
| Kisah Ryaas Amin, Mahasiswa UGM Biayai Kuliah Sendiri Sambil Jadi Driver Ojol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tas-Anyaman-Rotan-UMKM-Manggar-Natural-Jogja.jpg)