Wakil Kepala Staf Kepresidenan Sebut Dapur Buat MBG di Sleman Panas

Menurut Qodari, kunjungan itu merupakan cara untuk memantau program prioritas nasional yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
PANAS - Penampakan dapur makan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Kaliurang Km 5,8, Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa (4/2/2025) yang diklaim panas oleh Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan dapur makan bergizi gratis (MBG) di Jalan Kaliurang Km 5,8, Caturtunggal, Depok, Sleman panas.

Selama kurang lebih satu jam, Qodari yang datang ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mobil Lexus plat W 80 LO itu berbincang dengan penggawa dapur.

Menurut Qodari, kunjungan itu merupakan cara untuk memantau program prioritas nasional yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Salah satu yang bisa kita sebut barangkali bahwa dapurnya panas. Jadi mungkin nanti dicari solusi bagaimana supaya ke depan direnovasi atau dilakukan perubahan supaya dapurnya tidak panas seperti sekarang ini,” kata Qodari kepada wartawan, Selasa (4/2/2025).

Dia menjelaskan, dari banyak SPPG, ia baru menemukan area SPPG yang cukup panas di Jakal tersebut.

“Ya tentunya kan mungkin pengaturan ruang, sirkulasi dan yang lain-lain secara itu bersifat teknis tetapi dia harus direncanakan dari awal,” katanya saat disinggung tentang upaya mendinginkan dapur MBG.

Baca juga: Terkena Efisiensi Anggaran, Dinas Pariwisata Sleman Kini Pilih Andalkan Promosi Wisata Online

Selain suasana, Qodari juga memperhatikan menu makanan yang bakal dibagikan ke sejumlah murid di beberapa sekolah terdekat dari dapur.

“Kalau menu, kalau saya perhatikan kurang lebih sama dengan daerah yang lain relatif standar. Jadi kalau bicara menu rasa-rasanya tidak ada kendala, lebih kepada bagaimana menata tempat ini menjadi lebih baik, lalu kemudian bagaimana peralatan juga misalnya, lebih bagus, lebih standar. Itu yang nanti akan jadi PR ke depan,” terang dia.

Saat ditanya tentang upaya memaksimalkan pelaksanaan MBG di setiap kabupaten, Qodari menjelaskan proses ini bertahap dan tidak bisa sekaligus.

Ia menilai, penting sekali semua elemen, semua kementerian dan lembaga di pemerintahan ikut terlibat dalam memperhatikan dan membantu agar perkembangan MBG dan SPPG bisa bertambah dengan cepat.

“Jadi memang itu bagian dari PR, bagaimana bertambah kualitasnya semakin baik,” terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved