SD Negeri 3 Panggang Bantul Gelar Program Makan Bergizi Mandiri

Kegiatan makan bergizi mandiri itu digelar perdana dan direncakan akan berjalan setiap hari Jumat.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
MAKAN BERSAMA - Siswa-siswi di SD Negeri 3 Panggang, Bantul, sedang mengikuti makan bergizi mandiri di teras SD Negeri 3 Panggang, Jumat (31/1/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seluruh siswa SD Negeri 3 Panggang yang berada di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menikmati makanan di teras sekolahnya pada Jumat (31/1/2025) siang.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, mereka terlihat sangat lahap saat menyantap makanan.

Termasuk dengan makanan olahan sayur yang telah berada di masing-masing tempat makan mereka.

Kepala SD Negeri 3 Panggang, Theresia Ari Purwaningsih, mengatakan makanan yang disantap oleh para siswa siswi itu adalah makanan bekal dari kegiatan makan bergizi mandiri.

Di mana, makanan itu dibuat atau dimasak oleh masing-masing orangtua/wali siswa.

"Sampai saat ini kami belum tahu program makan siang bergizi gratis itu kapan berjalan di Bantul, tetapi kami ingin menyambut dan mengekpresikan rasa dukungan program tersebut. Maka, kami menggelar kegiatan makan siang bergizi mandiri dulu," katanya saat ditemui di SD Negeri 3 Panggang

Menurutnya, program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak positif terhadap pola tumbuh kembang anak dan sarana untuk mengatur uang jajan anak sekolah.

Dengan begitu, pihaknya ingin mulai mengenalkan program tersebut dengan benar dan tepat.

"Apalagi, dalam kegiatan makan mandiri ini kami gelar di teras kelas sekolah. Jadi, kami para guru dan anak-anak, masing-masing membawa bekal dan melakukan makan bersama," ucap Ari.

Baca juga: Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Piyungan Bantul, Satu Orang Meninggal Dunia

Akan tetapi, pihaknya memberikan catatan kepada masing-masing orangtua atau wali siswa untuk membawakan bekal dengan menu atau masakan bergizi dan sehat.

Di mana, terdapat makanan yang berisi nasi, lauk, sayur, buah, hingga minuman susu.

"Semoga, pembiasaan yang kami mulai ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah dan kami garap anak-anak nanti bisa tumbuh kembang, serta mewujudkan tujuan pemerintah untuk menjadikan anak-anak yang cerdas. Apalagi, di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," papar dia.

Ditambahkan, kegiatan makan bergizi mandiri itu digelar perdana dan direncakan akan berjalan setiap hari Jumat.

Kemudian, akan diikuti oleh kegiatan pembagian bibit tanaman atau sayuran untuk siswa.

Tujuannya tak lain untuk menyuplai kebutuhan para orangtua atau wali siswa dalam memberikan makanan yang bergizi kepada peserta didiknya.

"Memang, sementara ini, para orangtua siswa belum ada yang tanya kenapa di Bantul belum ada pelaksaan makan siang bergizi gratis dari pemerintah. Tapi, kami secara inisiatif melakukan diskusi dengan para guru untuk mencanangkan program makan siang mandiri," urainya.

Seorang wali murid SD Negeri 3 Panggang sekaligus warga Sidomulyo, Suryanto (47), mengaku mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu memiliki sisi positif untuk tumbuh kembang anak.

"Dan menurut saya, kegiatan makan bergizi mandiri itu akan membiasakan anak-anak untuk makan dengan pola makan yang sehat dibarengi dengan olahraga dan istirahat yang cukup. Itu bagus sekali," tuturnya. 

Kegiatan itu dinilai tidak memberatkannya dari sisi keuangan. Pasalnya, Suryanto terbiasa memilih untuk memberikan makanan bergizi kepada anak. Bahkan, setiap harinya, anak-anaknya sudah diberikan makanan dengan gizi seimbang.

Selain itu, kegiatan makan bergizi mandiri dinilai menjadi sarana untuk anak-anak belajar menambung uang.

Di mana, uang saku atau uang jajan sekolah anak-anak diharapkan bisa dialihkan untuk ditabung demi mencukupi kebutuhan yang lain.

"Anak saya ada dua di sekolah ini. Ada yang kelas tiga dan kelas lima. Mereka sudah kami persiapkan bekal dengan isi nasi, sayur kedelai edamame, ikan tawar, sayur bayam, buah pepaya, buah pisang," jelasnya.

Ilyas Rizky Fisabilillah (10), siswa kelas 3 SD Negeri Panggang, mengatakan, senang mengikuti kegiatan makan bergizi mandiri.

Pasalnya, bekal yang dibuatkan oleh orangtuanya sesuai dengan menu kesukaan Ilyas.

"Suka sama makanan ini (bekal yang dibawa). Ini ada nasi, kentang, sayur pepaya, buah nanas," jelasnya.

Sedangkan, ketika tidak membawa bekal Ilyas suka membeli makan di kantin sekolah dengan makanan andalan nasi lauk telor atau mi.

"Biasanya saya dikasih uang saku sehari Rp2.000, kadang Rp3.000, kadang Rp5.000. Terus saya buat jajan sampai habis," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved