Berita Kriminal

VIRAL Kasus Dugaan Begal Payudara di Sewon Bantul, Ini Keterangan Polisi

Pemeriksaan dilakukan oleh jajaran Polsek Sewon dan Polres Bantul dengan mengecek lokasi kejadian dan meminta keterangan warga

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh orang tak dikenal terjadi di jalan dekat SMKN 2 Sewon, Kapanewon (kecamatan) Sewon, Kabupaten Bantul.

Peristiwa tersebut beredar viral di media sosial dan diposting oleh akun @merapi_uncover.

"Minta tolong di share min. Tadi jam 22.30 di Jalan Imogiri arah tembi saya diikuti motor gigian supra sepertinya. Saya, dibegal remas PD (payudara), sama orang bajing*n cowok. Dia masih muda dan (korban) tidak tahu plat nomornya. Lokasi tepatnya setelah SMK N 2 Sewon mau ke arah tembi dan itu saya seperti mau dijabret juga tas saya, tetapi tidak kena. Dan dia meremas PD (payudara) saya Ketika di jalan tapi orang bajing*n itu tadi terus lari dan kabur," ucap seseorang dalam postingan akun @merapi_uncover yang dikutip Tribunjogja.com, Selasa (28/1/2025).

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari korban terhadap kasus tersebut.

"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan dari korban. Akan tetapi, kami telah mencoba melakukan pemeriksaan melalui rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian sebagai tindak lanjut kejadian begal remas payudara pada Senin (27/1/2025)," katanya kepada awak media.

Dikatakannya, pemeriksaan dilakukan oleh jajaran Polsek Sewon dan Polres Bantul dengan mengecek lokasi kejadian dan meminta keterangan warga serta petugas jaga malam di SMKN 2 Sewon.

Di sisi lain, pihaknya tetap menunggu korban membuat laporan. Tujuannya, agar kasus tersebut bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dari kejadian itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat terutama kaum perempuan untuk menghindari pelaku pelecehan dengan hindari berjalan sendirian di tempat yang sepi, baik siang maupun malam hari," pesan Jeffry.

Baca juga: Pemkab Bantul Harap Masing-masing Kalurahan Dukung Sistem Keberlanjutan KLA

Kemudian, apabila terpaksa berjalan sendirian, perempuan harus tetap fokus dan waspada. Dengan begitu, apabila ada orang yang mendekat, perempuan dapat melindungi dirinya sendiri.

"Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan cara menutupi bagian depan tubuh dengan tas untuk melindungi payudara atau segera menjauh dari orang mencurigakan tersebut," urainya.

Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, mengatakan kasus pelecehan seksual berupa begal payudara bisa menimpa siapa saja.

Adapun modusnya pun beragam, mulai dari berpura-pura menanyakan alamat hingga lain sebagainya.

Demikian pula dengan kejadian begal payudara merupakan salah satu bentuk pelecehan.

Bahkan, kejahatan itu dapat berujung trauma psikologis terhadap korban.Kasus pelecehan seksual dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Lokasinya pun bisa di mana saja.

"Untuk itu kepada kaum wanita agar tidak menjadi sasaran pelaku sebaiknya bisa mengantisipasinya terlebih dahulu, misalnya dengan menghindari melintas di jalan yang sepi," pesannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved