UMY Raih Posisi 801 - 1251 Pemeringkatan Dunia dari Times Higher Education by Subject 2025
Melalui konsistensinya dalam berinovasi melalui penelitian, UMY berhasil menduduki peringkat 801 – 1251 dunia pada tahun 2025.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat prestasi gemilang dengan kembali masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi pada Times Higher Education (THE) by Subject 2025.
Capaian ini tidak hanya menegaskan kualitas pendidikan yang dimiliki kampus UMY tetapi juga mengukuhkan posisinya di kancah global dari riset atau penelitian yang dihasilkan.
Melalui konsistensinya dalam berinovasi melalui penelitian, UMY berhasil menduduki peringkat 801 – 1251 dunia pada tahun 2025.
Dimana, UMY telah menghasilkan 157 juta sitasi, 18 juta publikasi penelitian, bahkan hingga mendapatkan lebih dari 93 ribu respon survei dari akademisi di seluruh dunia.
Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi mengungkapkan, kolaborasi serta kerjasama baik itu di tingkat nasional maupun internasional menjadi suatu hal yang fundamental.
“Masuknya UMY dalam peringkat THE by Subject 2025 menjadi bukti nyata bahwa UMY berhasil menjalin kolaborasi yang berdampak, baik di tingkat internasional maupun dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem multi helix. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi UMY di tingkat dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa kampus Muda Mendunia mampu memberikan kontribusi nyata melalui sinergi akademik dengan pemerintah, industri, dan masyarakat," jelas Nurmandi, dalam siaran persnya Selasa (28/1/2025).
Terdapat tiga bidang keilmuan dari UMY yang berhasil masuk ke dalam perangkingan. Pertama, dalam penelitian kategori ilmu sosial yang meliputi ilmu sosial, ilmu politik dan hubungan internasional, serta ilmu komunikasi dan media UMY menduduki peringkat tujuh di Indonesia dan posisi ke 801 – 1000 dunia.
Kedua, penelitian dengan subjek Ekonomi dan Bisnis terdiri atas bisnis dan ekonomi, akuntansi & keuangan, dan ekonomi serta ekonometrika berada di posisi ke tujuh di Indonesia juga peringkat 801+ global.
Ketiga, subjek penelitian teknik yang mencakup teknik sipil, teknik elektro, dan teknik mesin ada di urutan ke sebelas di Indonesia serta peringkat 1251+ dunia.
Kolaborasi global dan kemitraan berbasis multi helix diyakini menjadi salah satu indikator keberhasilan UMY dalam mendapatkan peringkat ini.
Baca juga: Simposium Arkipelagis Refleksi Kebudayaan, Upaya Rumuskan Arah Strategis Kerja Kebudayaan Indonesia
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Organisasi, Badan Pengembangan dan Perencanaan (BPP) UMY, Dr. Mega Hidayati, menegaskan pengakuan ini dilihat sebagai bukti nyata keberhasilan UMY dalam mencapai standar internasional yang bisa memperkuat kampus Unggul dan Islami ini sebagai salah satu universitas kelas dunia.
“Saat ini UMY berhasil masuk dalam berbagai peringkat internasional, seperti Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings, QS Asian University Rankings, QS Sustainability World University Rankings, Times Higher Education (THE) World University Rankings, THE Impact Rankings, dan UI Greenmetric World University Rankings,” tandasnya.
Kendati demikian, keberhasilan UMY di THE by Subject 2025 semakin mengukuhkan komitmen kampus untuk terus memberikan yang terbaik. Sebab capaian ini dinilai sebagai langkah penting yang menunjukkan bahwa UMY mampu bersaing di kancah global.
Menurut Mega, posisi UMY yang berada di peringkat 801 – 1251 dunia juga menjadi tanda bahwa kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh UMY dengan menerapkan standar internasional telah mendapatkan pengakuan global.
“Ke depan UMY perlu terus meningkatkan kualitas risetnya baik itu dalam subjek ilmu sosial, ekonomi dan bisnis, maupun teknik. Selain itu, ke depannya kolaborasi pun akan semakin dilebarkan dengan menyasar industri akademik bahkan pemerintah,” pungkasnya.(*)
| Festival ICCF UMY, Saat Kuliner dan Budaya Jadi Bahasa Universal Perdamaian |
|
|---|
| Hari Buruh 2026: MPBI DIY Siapkan Aksi "Mei Melawan", Bawa Sembilan Tuntutan Pekerja |
|
|---|
| Ekonom UMY Perkirakan Inflasi DIY Meningkat pada April 2026, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Ekonom UMY Sebut Pelemahan Rupiah Picu Perlambatan Ekonomi hingga Inflasi Berkepanjangan |
|
|---|
| Dosen UMY Sebut Pengesahan UU PPRT Perkuat Pengakuan Hak Warga Negara, Tekankan Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UMY-Student-Dormitory.jpg)