Relawan Datang Malam-malam Berusaha Amankan Rumah Mulyono
Relawan BPBD yang mendapat laporan pun datang walau hari sudah malam, demi mengamankan rumah Mulyono, dengan memasang terpal agar tak terjadi longsor
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Longsoran tebing mengancam beberapa bagian dari rumah Mulyono di Klaten.
Relawan BPBD yang mendapat laporan pun datang walau hari sudah malam, demi mengamankan rumah Mulyono, dengan memasang terpal agar tidak terjadi longsor susulan.
Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Klaten beberapa hari terakhir, membuat tebing di Dukuh Sekarbolo, Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, longsor.
Tebing setinggi 4 meter dan panjang 12 meter itu longsor karena tak mampu menahan derasnya air hujan yang menguyur desa setempat.
Longsoran tebing tersebut mengancam kandang ayam, kamar mandi, dan dapur seorang warga Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bernama Mulyono.
Pria berusia 70 tahun itu mengungkapkan bahwa longsor terjadi pada Rabu (22/1/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
Longsor itu terjadi saat kondisi cuaca hujan deras semalaman.
"Tahu saya saat itu halaman sudah banjir. Saya sendiri juga kaget, biasanya airnya bening tapi kok itu keruh. Terus saya tenggok dari kamar mandi, ternyata sudah longsor," cerita Mulyono kepada Tribunjogja.com, Jumat (24/1/2025).
Mulyono mengaku tidak mendengar suara apapun saat longsor terjadi.
Ia hanya tahu, tiba-tiba material longsor sudah menutup selokan air di samping rumahnya, sehingga membuat banjir setinggi 30 cm di belakang kandang ayamnya.
Lantas, dia melaporkan hal itu kepada perangkat desa setempat pada Kamis (23/1/2024).
Laporan tersebut diteruskan ke relawan Kecamatan Wedi dan BPBD Kabupaten Klaten oleh Kepala Desa.
"Tadi malam sekitar jam 19.00 WIB, relawan datang ke sini mengecek. Kemudian jam 23.30 WIB, datang 25 orang lebih memasang plastik terpal agar tidak longsor lagi kalau hujan," ujarnya.
Selain itu, pihak terkait juga sudah menyiapkan bronjong besi ke rumah Mulyono.
Bronjong tersebut bakal diisi dengan batu dan dipasang ke tebing.
BPBD mengingatkan untuk waspada dan hati-hati kalau hujan deras terjadi lagi.
(Tribunjogja.com/drm)
| Akses Magelang–Boyolali Lumpuh Akibat Longsor di Wonolelo, Alat Berat Diterjunkan |
|
|---|
| Longsor Dini Hari, Jalur Alternatif Magelang–Boyolali Lumpuh |
|
|---|
| Mendesak, Disdikpora Kulon Progo Usulkan Revitalisasi SDN Kokap ke Kemendikdasmen |
|
|---|
| Kondisi Bangunan SDN Kokap Kulon Progo Rawan Longsor, Sebagian Aktivitas Pembelajaran Dipindahkan |
|
|---|
| Prambanan Shiva Festival 2026 Diharap Dongkrak Kunjungan Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tebing-Setinggi-4-Meter-di-Wedi-Klaten-Longsor-Ancam-Rumah-Warga.jpg)