Berita Kecelakaan

Sopir Mengantuk, Satu Truk Tronton Terjun Masuk Parit di Jalan Nasional Kulon Progo

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kejadian ini menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Satlantas Polres Kulon Progo
Kondisi truk tronton yang terguling masuk parit di Jalan Nasional Wates-Purworejo wilayah Kapanewon Wates, Kulon Progo, Kamis (23/01/2025). Kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk lantaran kelelahan berkendara jarak jauh. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebuah truk tronton bermuatan pupuk terjun masuk parit di tepi Jalan Nasional Wates-Purworejo, Kulon Progo pada Kamis (23/01/2025) pagi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kejadian ini menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Tanto Kurniawan mengatakan kecelakaan (laka) tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis pagi.

"Laka terjadi persisnya di Simpang Dalangan Jalan Wates-Purworejo, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates," kata Tanto memberikan keterangannya.

Adapun truk tronton yang terlibat laka memiliki plat AA 8246 OC. Truk tronton tersebut dikendarai oleh NC (48), pria asal Tegal, Jawa Tengah. 

Saat itu, NC mengendarai truk trontonnya dari arah utara ke selatan di Jalan Nasional Wates-Purworejo.

Saat sedang melaju itulah, NC kehilangan kendali dan membuat truknya oleng ke kiri.

"Truk kemudian menabrak patok di pinggir jalan lalu masuk ke parit," ujar Tanto.

Baca juga: Pagi Buta Nenek di Kulon Progo Berteriak Minta Tolong Diduga Tersengat Listrik, Meninggal di RSUD

Truk pun berakhir dengan posisi terguling di dalam parit.

Adapun kerusakannya meliputi kaca depan pecah, lampu depan sisi kiri pecah, serta bodi dan bemper depan sebelah kiri penyok.

Tanto juga mengungkapkan bahwa fasilitas umum yang berada di pinggir jalan ikut mengalami kerusakan.

Seperti 4 paku jalan yang patah serta talut parit jebol.

"Kerugian akibat kejadian ini ditaksir sekitar Rp 3 juta," ungkapnya.

Menurut Tanto, NC dalam kondisi mengantuk karena kelelahan berkendara jarak jauh. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan kendali.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kehati-hatian saat berkendara.

Termasuk memastikan kondisi fisik sedang prima untuk berkendara.

"Jika merasa lelah disarankan untuk menepi dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan," kata Tanto.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved