Tanah Longsor dan Banjir Terjang Pekalongan, 11 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
Sebelas orang dikabarkan tewas dalam bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KAJEN - Sebelas orang dikabarkan tewas dalam bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2025).
Bencana alam ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di antaranya Kecamatan Petungkriyono, Kedungwuni, Wonopringgo dan Talun.
Daerah yang paling parah terdampak bencana ini berada di Desa Kasimpar.
Sejumlah warga dikabarkan tertimbun longsor.
Total ada 11 orang yang dilaporkan hilang, dimana 4 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal.
Video lokasi bencana tanah longsor pun menyebar di media sosial.
Dalam video yang beredar sudah ada beberapa korban jiwa yang berhasil ditemukan. Terlihat juga mobil-mobil yang terkena dampak dari bencana longsor dan banjir bandang.
Dikutip dari Tribun Jateng, Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Sementara informasi yang meninggal dunia ada 11 orang dan yang sudah ditemukan 4 orang. Ini masih proses evakuasi korban."
"Ini masih bisa berubah. Sementara sudah diketemukan 4 orang," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar.
Baca juga: Satryo Soemantri Klarifikasi Isu Mutasi dan Rekaman Viral: Upaya Jatuhkan Nama Baik?
Kronologi Kejadian
Bencana alam yang menerjang wilayah Pekalongan ini bermula dari hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Pekalongan bagian selatan.
Guyuran hujan dalam durasi yang cukup lama itu akhirnya memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah lokasi.
Bencana tanah longsor menyebabkan sejumlah warga tertimbun material longsoran.
| BMKG: DIY Masih Akan Diguyur Hujan di Sepanjang April, Ini Alasannya |
|
|---|
| Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Bencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kota Yogya Diperpanjang Sampai Akhir Maret 2026 |
|
|---|
| BPBD DIY Petakan Jalur Mudik Rawan Bencana, Status Siaga Darurat Diperpanjang |
|
|---|
| Puncak Musim Hujan di DIY hingga Laporan BPBD Terkait Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Banjir-dan-longsor-Pekalongan.jpg)