PMK Kembali Merebak, Vaksinasi Hewan Ternak di Sleman Digencarkan
Selain pengobatan terhadap sapi sakit, langkah pencegahan juga dilakukan dengan menggencarkan vaksinasi terhadap sapi yang sehat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak.
Sejumlah ternak di Bumi Sembada terpapar bahkan kasus kematian jumlahnya terus bertambah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun melakukan serangkaian upaya penanganan penyakit menular akut ini.
Selain pengobatan terhadap sapi sakit, langkah pencegahan juga dilakukan dengan menggencarkan vaksinasi terhadap sapi yang sehat.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Ir Suparmono, mengatakan pada tahun 2025 ini, melalui Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berencana mengalokasikan 22.894 dosis vaksin PMK untuk Kabupaten Sleman.
Proses pengiriman vaksin dilakukan secara bertahap.
"Untuk saat ini yang sudah tersedia vaksin PMK sebanyak 2.200 dosis. Sudah dilakukan distribusi ke Puskeswan sekabupaten Sleman," kata Suparmono, Jumat (17/1/2025).
Ia berharap, penyuntikan vaksin ribuan dosis tersebut bakal rampung dalam waktu dua pekan.
Adapun mulai pemberian vaksinasi ini sudah dimulai sejak Kamis (14/1) kemarin di Kandang Kelompok Ternak Andini Mulyo di Margoluwih Seyegan dan di kandang ternak anggota Koperasi Boyong Sapi Mulyo, Hargobinangun, Pakem.
Prioritas vaksin diberikan untuk sentra sentra kandang ternak mulai dari sapi pedaging, maupun sapi perah.
Baca juga: Menilik Bangunan Komplek Makam Baru Kyai Kromo Ijoyo di Sleman, Makam Lama Tergerus Tol Jogja-Solo
Melalui pemberian vaksin, diharapkan dapat meningkatkan imunitas ternak sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Suparmono mengatakan, kesadaran peternak di Sleman untuk memberikan vaksin terhadap hewan ternaknya relatif tinggi.
Bahkan, selain memanfaatkan bantuan, vaksinasi PMK juga dilakukan oleh peternak secara mandiri.
Peternak membeli sendiri vaksin PMK kemudian meminta bantuan petugas Puskeswan untuk menyuntikkan vaksin kepada ternaknya.
"Vaksinasi PMK mandiri ini sudah dilakukan sebanyak 111 ekor. Rinciannya di Kapanewon Kalasan sebanyak 78 ekor dan Kapanewon Pakem 33 ekor," katanya.
Kasus PMK di Sleman mengalami peningkatan cukup signifikan sejak akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025 ini.
Data kasus berdasarkan Isikhnas, yang dicatat mulai tanggal 1 Desember 2024 - 14 Januari 2025 di Kabupaten Sleman terdapat 274 ekor ternak yang terpapar PMK.
Dari jumlah tersebut 206 ekor sapi sakit, sembuh 40 ekor, mati sebanyak 22 ekor, dan potong bersyarat 13 ekor.
Suparmono mengatakan, petugas di lapangan saat ini dengan cepat merespon dan melaporkan kasus hewan ternak sakit atau terduga sakit dan mati ke Isikhnas.
Pihaknya juga meminta kepada peternak untuk melaporkan hewan sakit atau terduga sakit dan mati kepada petugas.
Upaya lain dengan meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada peternak untuk meningkatkan biosecurity pada kandang-kandang ternaknya.
Jika ditemukan ternak sakit maka segera menutup sementara kandang untuk mengatur keluar-masuk hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit lainnya.
Komunikasi informasi dan edukasi juga dilakukan pada para pedagang ternak di pasar hewan.
Selain itu, kata Suparmono, kegiatan survailans pascavaksinasi untuk mengetahui efektifitas terbentuknya antibodi terhadap PMK juga dilaksanakan BBVet Wates dengan cara melakukan pengambilan sampel pascavaksinasi.
Sampel diambil pada hari ke-18 setelah vaksinasi sebanyak 60 sampel dengan capaian 83,3 persen yang artinya bahwa vaksinasi PMK yang dilakukan terbukti efektif dalam pembentukan antibodi terhadap PMK.
"Tindakan pengendalian PMK lainnya adalah dengan kegiatan penegakan diagnosa laboratorium PMK yang dilaksanakan di BBBVet Wates terhadap sampel dari ternak yang menunjukkan gejala klinis dan ternak yang akan dilalulintaskan antar provinsi," ujar dia.(*)
Dominikus Dion Batal Gabung Timnas U-23 Indonesia, Dokter Tim PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain |
![]() |
---|
3 Kasus Keracunan Massal Terjadi Dalam Waktu Sebulan Terakhir di DIY, Begini Tanggapan Kepala BGN |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca DI Yogyakarta Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Simakjamu Meluncur di DPRD Sleman, Setwan Klaim Tidak Akan Ada Lagi Cerita Kunjungan Fiktif |
![]() |
---|
Lestarikan Permainan Tradisional, Murid PAUD di Sleman Diajak Bermain Dolanan Anak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.