Pemkab Klaten Ajukan 6.000 Dosis Vaksin PMK
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah mengajukan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada pemerintah pusat melalui Provinsi Jawa Teng
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah mengajukan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada pemerintah pusat melalui Provinsi Jawa Tengah.
Pengadaan vaksin tersebut termasuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kekebalan tubuh hewan berkuku belah dari ancaman tertular PMK.
"Berdasarkan hasil koordinasi kemarin dengan provinsi, kami sudah mengajukan sebanyak 6.000 dosis vaksin PMK," kata Plh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Much Nasir, kepada Tribunjogja.com, Jumat (17/1/2025).
Pengajuan jumlah vaksin tersebut dilakukan berdasarkan presentase 10 atau 20 persen dari kasus suspek PMK sebelumnya.
Nasir mengungkapkan, tercatat ada sebanyak 4.414 kasus suspek PMK, jika dihitung sejak PMK pertama kali ditemukan di Kabupaten Klaten pada 2022 sampai Jumat (17/1/2025).
"Kalau dihitung dari akhir Desember 2024 - Januari 2025 tercatat ada sekitar 212 kasus suspek.
• CFD Klaten Dipindah, Warga Bergegas Tandai Aspal untuk Lapak Jualan
"Pada awal Januari 2025 kemarin saya menyebut ada sekitar 265 kasus, sekarang tinggal 212. Karena 22 ternak sudah sembuh dan sisanya masih dalam proses pengobatan," jelas dia.
Nasir menuturkan bahwa dalam proses pengobatan hewan yang tertular PMK membutuhkan waktu sekitar dua mingguan.
Hewan terkait pun harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan setidaknya tiga kali hingga dinyatakan sembuh dari gejala PMK.
"Peternak harus paham bahwa vaksin itu kan untuk pencegahan. Sehingga hanya diberikan kepada hewan sehat dan ternak sakit tidak boleh divaksin," tegasnya.
Pihaknya menekankan masyarakat untuk jujur dan melaporkan kondisi hewan ternak apa adanya.
Apabila hewan ternak dalam kondisi tidak fit atau sakit, maka diminta melaporkan ke petugas kesehatan hewan agar bisa dilakukan pengobatan.
"Kalau sudah sembuh baru boleh divaksin. Hal itu adalah bagaimana kami berupaya bersama-sama agar bisa saling menjaga dan mencegah PMK," terangnya.
| Bupati Hamenang dan Gubernur Luthfi Pantau Langsung Vaksin ORI di Klaten |
|
|---|
| Dikeluhkan Warga, PKL di Klaten Ditertibkan Langsung oleh Bupati Hamenang |
|
|---|
| Pusat Gagas WFH ASN, DPRD Klaten Dorong Persiapan Matang, Pastikan Tak Ganggu Layanan Masyarakat |
|
|---|
| Grebeg Syawal di Bukit Sidoguro Klaten Hadirkan Kirab Ketupat, Kuatkan Daya Tarik Wisata Rowo Jombor |
|
|---|
| Ribuan Tamu dalam Dua Sesi, Pejabat hingga Kepala Desa Hadiri Halalbihalal Pemkab Klaten 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemberian-vaksin-PMK-untuk-ternak-sapi-di-Kabupaten-Sleman.jpg)