Kabar Terbaru Jumlah Hutang Luar Negeri Indonesia Per November 2024

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2024 mengalami perlambatan pertumbuhan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Pixabay
Ilustrasi uang Dollar 

TRIBUNJOGJA.COM - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2024 mengalami perlambatan pertumbuhan.

Total ULN Indonesia tercatat sebesar US$ 424,1 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,4 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 7,7 % yoy pada Oktober 2024.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan ULN di sektor publik dan swasta.

Posisi ULN pemerintah pada November 2024 tercatat sebesar US$ 203,0 miliar, tumbuh 5,4 % yoy, lebih rendah dari pertumbuhan 8,6 % yoy pada Oktober 2024.

Penurunan ini disebabkan oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional serta penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pembiayaan program pemerintah.

Baca juga: Bareskrim Sita Uang Tunai Rp 103 Miliar Hasil Pencucian Uang Judi Online

Penurunan ULN Swasta

Di sisi lain, ULN swasta juga mengalami kontraksi.

Pada November 2024, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 194,6 miliar, dengan kontraksi pertumbuhan 1,6 % yoy, lebih dalam dibandingkan kontraksi 1,4 % yoy pada Oktober 2024. 

Penurunan ini terutama terjadi pada ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang mencatat kontraksi sebesar 1,7 % yoy.

Meskipun mengalami perlambatan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat.

Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terjaga di level 30,5 % pada November 2024.

Selain itu, ULN jangka panjang mendominasi dengan pangsa sebesar 84,7?ri total ULN.

Bank Indonesia menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ULN.

“Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” ujar Denny dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1).

Untuk menjaga struktur ULN yang sehat, Bank Indonesia bersama Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan peran ULN tetap memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved