DPKP DIY Perkirakan Panen Raya Terjadi pada Februari hingga Maret 2025
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, mengatakan saat ini petani sudah mulai ada yang panen, sementara puncak panen raya sekitar akhir Februari 2025.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memperkirakan panen raya akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret mendatang.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, mengatakan saat ini petani sudah mulai ada yang panen.
Namun masih spot-spot kecil di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Berdasarkan luas tanam periode MT 1, diperkirakan panen padi mulai pertengahan Januari 2025.
Sementara puncak panen sekitar akhir Februari 2025.
“Saat ini petani sudah mulai ada penen. Diperkirakan panen raya akan terjadi di Februari-Maret 2025,” katanya, Senin (13/01/2025).
Namun kondisi hujan yang terus mengguyur wilayah DIY diperkirakan dapat memengaruhi kondisi lahan, serta olah tanah pasca panen karena lahan masih tergenang.
“Ada yang terdampak banjir sekitar 260 hektare dan 27 hektare terkena puso di daerah Poncosari, Srandakan. Telah dilakukan perbaikan saluran irigasi,” sambungnya.
Selain kondisi lahan, curah hujan tinggi di DIY juga dikhawatirkan memengaruhi kualitas panen petani.
Syam menerangkan ketika hujan terus-menerus, maka kadar air akan tinggi. Hal itu karena tidak terkena sinar matahari, dampaknya padi akan menjadi tidak tahan simpan.
Ia menyebut rata-rata petani di DIY masih mengandalkan sinar matahari untuk pengeringan.
Ketika hujan, maka proses pengeringan tidak akan optimal.
“Setelah dipanen kan terus dijemur. Rata-rata petani kita kan menjemurnya di lahan ya, dip pinggir jalan. Kecuali yang sudah punya alat pengering. Kalau punya alat pengeringan itu akan tertolong (kualitas panen),” terangnya.
Kualitas panenan juga akan memengaruhi serapan Bulog. Pasalnya salah satu persyaratan dari Bulog adalah kadar air.
“Kalau Bulog mau membeli hasil hasil panen petani itu kan ada persyaratannya supaya bisa dibeli sesuai HPP (harga pokok penjualan). Itu kan ada persyaratan kadar air,” imbuhnya. (*)
Hasil Panen Bawang Merah di Gunungkidul Diproyeksi Capai 1.430 Ton |
![]() |
---|
Sambut Hari Kemerdekaan, PLN bersama YBM Salurkan Bantuan Alat dan Bibit Pertanian |
![]() |
---|
Temui Ratusan Pengusaha Muda di Jogja, Ini Pesan Mentan Amran Sulaiman |
![]() |
---|
Mentan Andi Amran Sebut Hilirisasi Kelapa Bisa Dorong Ekspor hingga Rp2000 Triliun |
![]() |
---|
Proses Hukum Kasus Beras Oplosan Berjalan, Mentan Sebut 10 Perusahaan Terindikasi Terlibat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.