UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bakal Dirikan Pusat Kajian Pesantren

Rektor menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga merupakan bagian integral dari keluarga besar pesantren di Indonesia

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bakal mendirikan Pusat Kajian Pesantren yang akan didedikasikan untuk membahas berbagai aspek kepesantrenan dengan nama Pusat Kajian Pesantren ‘Martin van Bruinessen’.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Proof. Noorhaidi Hasan, menjelaskan pemilihan nama tersebut bukan tanpa alasan.

Figur itu merupakan promotor disertasi Noorhaidi saat di Belanda.

Ia telah melahirkan berbagai karya monumental tentang pesantren dan mendapatkan lifetime achievement award dari PBNU.

Ia menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga merupakan bagian integral dari keluarga besar pesantren di Indonesia, mengingat sejarah panjang keterlibatan pesantren dalam transformasi universitas ini.

“Peran pesantren turut serta dalam transformasi UIN Sunan Kalijaga, sejak berdirinya sampai dengan perubahan menjadi IAIN pada tahun 1971, juga menjadi UIN pada tahun 2004. Beberapa tokoh besar seperti Kiai Ali Ma’sum pernah menjadi Dosen Fakultas Syari’ah dan turut memberikan kontribusi besar dalam membangun tradisi keilmuan di kampus ini,” kata Noorhaidi dalam keterangan resmi, Minggu (12/1/2025).

Dia menjelaskan, fakultas itu telah bertransformasi menjadi Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Di awal tahun 2025, fakultas itu juga mengguncang publik atas prestasi empat mahasiswanya memenangi gugatan Presidential Threshold di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca juga: Mengapa Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Beranggapan Presidential Threshold Harus Dihapus?

Noorhaidi menyebutkan bahwa beberapa gedung di UIN Sunan Kalijaga yang diambil dari tokoh pesantren, seperti Gedung Rektorat yang dinamai K.H. Saifuddin Zuhri dan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diberi nama Gedung K.H. Ali Maksum.

Hal ini menunjukkan kolaborasi erat antara dunia pesantren dan UIN Sunan Kalijaga.

“UIN juga telah lama menjadi jembatan bagi para santri untuk melakukan mobilitas sosial, dan beberapa di antara mereka bahkan mampu memberikan warna menonjol bagi perjalanan bangsa,” tambahnya.

Dia menuturkan, pesantren merupakan pilar penting pendidikan Islam yang merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Kajian-kajian awal tentang pesantren secara akademik telah dilakukan oleh para sarjana yang menunjukan pesantren mampu mengawal tradisi dan budaya sekaligus beradaptasi menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Pesantren bahkan memainkan peran penting dalam mengawal persatuan bangsa dan keutuhan negara” ujarnya.

Tak hanya itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga sedang membangun Kampus II di Pajangan, Bantul.


Pembangunan itu dilakukan untuk memperkaya keilmuan dan memberikan sumbangsih yang nyata dalam menjawab tantangan bangsa. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved