Pesantren Diharapkan Jadi Pilar Cetak Generasi Qur’ani dan Berkarakter

Sahid menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dalam mendidik santri tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, Sabtu (9/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Magelang menegaskan pesantren berperan penting mencetak generasi Qur’ani berakhlak mulia dan siap mengabdi.
  • Pesantren dinilai berhasil membentuk karakter santri melalui pendidikan agama, disiplin, dan kepedulian sosial.
  • Santri diingatkan menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan bekal berharga untuk masa depan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Magelang, Sahid, dalam kegiatan Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, Sabtu (9/5/2026).

Pembentukan karakter

Dalam sambutannya, Sahid menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dalam mendidik santri tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, haflah dan wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk rasa syukur atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan berbasis pesantren.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah yang dinilai berhasil mencetak kader bangsa yang religius, cerdas, dan berdaya saing.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pendidikan santri agar kelak menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Hafalan Al-Qur’an, pedoman hidup

Kepada para santri yang diwisuda, Sahid berpesan agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pedoman hidup dalam keseharian.

“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah yang diwakili KH Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pendidikan selama satu tahun ajaran.

Ia menuturkan, para santri dibekali pendidikan agama, pendidikan formal, sekaligus pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.

“Belajar itu memang tidak mudah, tetapi semua proses yang dijalani para santri akan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ungkapnya.

KH Abdul Hamid juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat dan anugerah Allah SWT yang diwujudkan melalui perilaku baik dan pengabdian kepada sesama.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved