Porda Gunungkidul 2025 Berpotensi Mundur, Begini Penjelasan KONI DIY

Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 di Gunungkidul berpotensi mundur dari jadwal awal yang telah direncanakan,

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA / Almurfi Syofyan
Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 di Gunungkidul berpotensi mundur dari jadwal awal yang telah direncanakan, hal ini karena berbarengan dengan event lainnya.

Sebelumnya, Porda Gunungkidul 2025 ini akan berlangsung pada awal September, kemungkinan akan mundur hingga pertengahan bulan tersebut.

"Kemungkinan Porda akan kami gelar pada 15-23 September, karena informasi sementara dari Kemenpora, pelaksanaan Popnas akan berlangsung 1-9 September, dimana penutupannya pas Haornas," ujar Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, Rabu (1/1/2025).

Menurut Djoko Pekik, kemungkinan mundurnya Porda itu sudah disampaikan saat Launching Porda DIY yang digelar di Gunungkidul beberapa waktu lalu.

Dengan telah disampaikannya kemungkinan tersebut, Djoko pekik juga mengatakan bahwa, secara prinsip, Gunungkidul sebagai daerah tempat pelaksanaan Porda juga telah memahami dan menerimanya.

"Secara prinsip, tidak masalah, asal masih di sekitar akhir Agustus sampai dengan September. Kalaupun ada maju atau mundur tidak terlalu berdampak pada persiapan atlet utamanya kabupaten kota," katanya.

Baca juga: Pembangunan Stadion Handayani Gunungkidul Rampung Dilakukan, Siap Digunakan untuk Porda DIY 2025

Dalam waktu dekat, KONI DIY akan melakukan koordinasi dengan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY selaku pengampu kontingen Popnas DIY untuk menyinkronkan data atlet-atlet yang akan tampil di Popnas dan Porda DIY.

"Untuk atlet nantinya akan ikut di dua event ini, kita belum memiliki data faktual, kita akan koordinasikan dengan BPO," bebernya.

Disinggung mengenai kemungkinan atlet yang tampil di Popnas dan Porda hanya akan memiliki waktu istirahat sekitar 1 pekan, guru besar FIKK UNY ini menilai, jeda waktu tersebut sudah cukup ideal.

"Waktu jeda seminggu saya kira cukup untuk mereka, oleh sebab itu kami akan menghimbau kepada KONI kabupaten/kota untuk memberikan treatment khusus bagi atlet-atlet ini guna mempercepat waktu recovery," paparnya. (mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved