Pengunjung Pertama Candi Borobudur dari Jepang dan Cimahi, Diantar Andong Hingga Disambut Bregodo
Lima pengunjung pertama Candi Borobudur di tahun baru 2025 mendapatkan perlakuan istimewa pada Rabu (1/1/2025) pagi tadi.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lima pengunjung pertama Candi Borobudur di tahun baru 2025 mendapatkan perlakuan istimewa pada Rabu (1/1/2025) pagi tadi.
Mereka diantar menggunakan andong dari loket Kampung Seni Borobudur hingga zona II Taman Wisata Candi Borobudur, sejauh satu kilometer.
Kelima wisatawan ini terdiri dari sepasang kekasih asal Jepang dan tiga pengunjung asal Cimahi, Jawa Barat.
Penyambutan dimulai pada pukul 06.30 WIB, bertepatan dengan waktu pembukaan loket tiket masuk candi.
Mereka menerima pengalungan syal dari manajemen Taman Wisata Borobudur, yang mengenakan pakaian tradisional surjan.
Para wisatawan diantar menuju zona II atau Taman Marga Utama Candi Borobudur menggunakan andong.
Kurang dari 300 meter sebelum sampai, mereka diarak oleh pasukan bregodo dan diajak menanam pohon bungur sebagai simbol pelestarian lingkungan.
Mutsumi Kaneko, salah satu wisatawan asal Jepang, mengungkapkan rasa bahagianya.
Mutsumi menjelaskan, ia bersama kekasihnya sempat mengunjungi Candi Prambanan, yang merupakan candi Hindu, sementara Candi Borobudur adalah candi Buddha yang terkenal di Jepang.
Ia juga menyampaikan bahwa mengunjungi Borobudur memang menjadi salah satu keinginannya.
“Terima kasih atas sambutannya. Saya harap yang terbaik. Ini pertama kali ke Borobudur, kemarin ke Prambanan. Saya akan berada di Indonesia selama satu minggu,” ungkapnya.
Baca juga: Libur Nataru, Tarif Layanan VW Safari di Borobudur Tak Alami Kenaikan
Sementara itu, Eka Prida, pengunjung asal Cimahi, Jawa Barat, merasa terkejut sekaligus senang atas perlakuan istimewa yang diterimanya.
“Surprise banget tahun 2025 dapat kejutan seperti ini. Ini kedua kalinya saya ke Borobudur. Pertama kali waktu kecil, dan sekarang Borobudur jauh lebih bagus, bersih, hijau, dan keren. Rasanya luar biasa jadi tamu kehormatan,” ujar Eka.
Eka bersama suami dan anak-anaknya menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Bandung.
“Kami berangkat kemarin sore, sampai sini tadi saat azan subuh. Borobudur adalah destinasi pertama di liburan tahun baru kami sebelum melanjutkan eksplorasi ke Jogja,” tambahnya.
Sementara Direktur Taman Wisata Borobudur (TWB), Mardijono Nugroho mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi kepada lima pengunjung pertama, TWB memberikan syal, souvenir, dan merchandise khas kawasan Borobudur.
Para wisatawan juga diajak menikmati pengalaman budaya lokal melalui prosesi arak-arakan bregodo dan perjalanan dengan andong yang dihias khusus.
Selain itu, para tamu turut diajak menanam pohon bungur.
Pohon ini dipilih karena memiliki karakter tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, sekaligus sebagai simbol komitmen untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
"Menanam pohon bungur adalah langkah nyata untuk menjaga kelestarian kawasan Borobudur," ujar Mardijono. (tro)
| Ribuan Lampion Waisak 2570 BE Terangi Langit Borobudur |
|
|---|
| Detik-detik Waisak 2570 BE di Borobudur Ditandai dengan Pemukulan Genta |
|
|---|
| Kirab Waisak 2570 BE di Magelang, Api Dharma dan Air Suci Diarak dari Candi Mendut ke Borobudur |
|
|---|
| Nyingma Monlam Chenmo 2026 di Borobudur, Doa Agung untuk Perdamaian dan Kesejahteraan Dunia |
|
|---|
| Biksu Thudong Tiba di Borobudur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pengunjung-Pertama-Candi-Borobudur-dari-Jepang-dan-Cimahi-Diantar-Andong-Hingga-Disambut-Bregodo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.