Sekda Kota Magelang Tinjau Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Pelaksanaan uji coba program makan bergizi gratis di Kota Magelang ini dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 26-28 Desember 2024.  

|
Dok. Prokompim Kota Magelang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Hamzah Kholifi meninjau uji coba pelaksanaan program makan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Gatot Subroto Magelang, Jumat (27/12/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Hamzah Kholifi, meninjau uji coba pelaksanaan program makan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Gatot Subroto Magelang, Jumat (27/12/2024).

Hamzah menyatakan kegiatan ini didukung oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, camat dan lurah yang siap untuk berkoordinasi agar pemberian makan bergizi gratis berjalan lancar.

"Kami menyesuaikan, ini masih uji coba. Semoga kegiatan pemberian ini bisa berjalan lancar," ungkapnya. 

Pelaksanaan uji coba dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 26-28 Desember 2024.  

Selanjutnya, kegiatan ini menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan di bulan Januari 2025 mendatang.

"Pemberian makan gratis ini diharapkan memberikan efek positif, menuntaskan sasaran yang kurang gizi maupun balita stunting, seiring dengan tujuan pemerintah pusat," tutur Hamzah. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istikomah, menjelaskan kegiatan ini merupakan instruksi dari Badan Gizi Nasional ke SPPG.

Baca juga: Satu Dusun di Magelang Terdampak Proyek Tol Bawen-Yogyakarta, Warga Bedol Desa

Menurutnya, Kota Magelang merupakan salah satu dari 100 Kabupaten/Kota yang menjadi lokus uji coba. 

Uji coba dilaksanakan di wilayah Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. 

Lokasi dropping distribusi di beberapa titik di kelurahan Magersari yaitu RW 5, RW 12 dan di SD Magersari 2.

Sasaran uji kali ini ada sejumlah 328 orang terdiri dari balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

"Sedianya ada alokasi sekitar 3.000 porsi yang akan diampu oleh SPPG Kota Magelang," terangnya.

Dinas Kesehatan membantu supervisi, konsolidasi sasaran, pelatihan penjamah makanan dalam hal ini staf SPPG dan fasilitasi proses sertifikasi laik sehat, monitoring sampai dengan evaluasi.

"3000-an porsi tersebut nantinya akan dialokasikan ke sekolah yang terdekat dengan lokasi SPPG serta balita, ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah sekitar SPPG," jelas Istikomah.

Sebagai informasi, SPPG merupakan unit satuan pelayanan di bawah Badan Gizi Nasional.

Saat ini mempunyai 1 kepala, 1 nutrisionis, 1 petugas admin dan 47 staf. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved