Berita Jogja Hari Ini
Sosialisasi Lingkungan Sehat, Mahasiswa Universitas Amikom Gelar Program Sekolah Sabtu Banyu Bening
Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta serta warga Tempurasari, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan Sekolah Sabtu
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta serta warga Tempurasari, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan Sekolah Sabtu bertajuk "Lingkungan Sehat" yang diselenggarakan oleh kelompok mahasiswa Universitas Amikom Jogja bersama Komunitas Banyu Bening dan Trashranger DI Yogyakarta.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta keberlanjutan ekosistem.
Ketua kelompok mahasiswa Universitas Amikom, Ahmad Taufik Ma’ruf, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara menjaga kesehatan bumi dengan bijaksana memanfaatkan sumber daya alam, seperti air hujan.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa menjaga lingkungan yang bersih dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem dan kesehatan bumi kita," ujar Ahmad, yang juga menekankan bahwa acara ini adalah langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif di masyarakat.
Dalam kegiatan ini, peserta diberi kesempatan untuk mendengarkan pemaparan dari dua narasumber yang ahli di bidangnya.
Abdul Malik Lubis, leader Trashranger DIY, memberikan materi tentang "Sustainable Lifestyle" atau gaya hidup berkelanjutan.
Abdul menjelaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dengan mengurangi sampah plastik dan polusi.
"Sustainable lifestyle bukan hanya sekadar mengurangi sampah atau menggunakan barang ramah lingkungan, tapi juga melibatkan perubahan pola pikir untuk lebih memperhatikan dampak dari setiap keputusan terhadap lingkungan," jelasnya.
Sementara itu, Sri Wahyuningsih, pendiri Komunitas Banyu Bening, memberikan penjelasan mengenai "Air Hujan Air Sehat".
Sri mengungkapkan cara memanfaatkan air hujan sebagai sumber daya yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti irigasi, mandi, hingga konsumsi. "Air hujan sangat berguna, terutama di musim hujan seperti sekarang.
Dengan memanfaatkannya dengan baik, kita bisa mengurangi ketergantungan pada air tanah dan menjaga kelestarian sumber daya alam lainnya," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menginspirasi mereka untuk mengimplementasikan gaya hidup ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari.
Para peserta, yang sebagian besar merupakan mahasiswa, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya keberlanjutan lingkungan, baik di kampus maupun di komunitas mereka.
Dengan digelarnya program Sekolah Sabtu ini, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program-program lingkungan dan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat.
Ahmad Taufik Ma’ruf berharap, acara ini dapat mendorong peserta untuk lebih sadar akan pentingnya keberlanjutan dan mulai mengimplementasikan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
"Harapan kami, setelah acara ini, peserta bisa lebih sadar akan pentingnya keberlanjutan dan mulai mengimplementasikan pola hidup yang lebih ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari," tutup Ahmad.
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Operasi Zebra di Yogyakarta Mulai 17-30 November 2025, Pastikan Tidak Langgar 8 Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mahasiswa-Yogyakarta-dan-warga-Tempurasari-Sleman-mengikuti-kegiatan-Sekolah-Sabtu.jpg)