Kaleidoskop 2024

Kaleidoskop 2024: Penipuan Daring Mendominasi Kasus Pidana di Sleman 

Sebanyak 1.285 kasus pidana terjadi di Kabupaten Sleman, sepanjang tahun 2024

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 1.285 kasus pidana terjadi di Kabupaten Sleman, sepanjang tahun 2024.

Jumlah tersebut mengalami penurunan 65 kasus atau setara 5 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 1350 kasus.

Ribuan kasus tersebut didominasi pidana yang terjadi di ruang private seperti penipuan maupun penggelapan.

Adapun khusus  pidana penipuan berbasis teknologi informasi atau daring disebut paling mendominasi di tahun ini. 

"Karena saat ini pesatnya teknologi informasi maka penipuan yang banyak modusnya dilakukan dengan teknologi informasi. Sehingga langkah yang akan kami bangun ke depan penguatan dan daya tahan masyarakat. Jadi sifatnya lebih edukatif agar tidak menjadi korban kejahatan," kata Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto, dikutip Sabtu (21/12/2024). 

Pidana penipuan daring ini bisa menyasar di semua lintas usia.

Namun saat ini masyarakat di usia sekolah, seperti pelajar dan mahasiswa dinilai paling banyak menjadi korban. 

Oleh karena itu, menurut Ardi, pihaknya sudah berkomunikasi dengan kampus-kampus di wilayah Sleman agar ketika penerimaan mahasiswa baru, pihak Kepolisian bisa memberikan materi edukasi sebagai upaya pencegahan penipuan berbasis teknologi informasi. 

Selain penipuan daring, kasus pidana pencurian; pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat, hingga pencurian sepeda motor (curanmor) masih banyak ditemukan di wilayah Sleman.

Namun begitu, prosentasenya cenderung mengalami penurunan.

Adapun terkait penyelesaian kasus, kinerja Polresta Sleman pada tahun ini cukup moncer.

Sebab berdasarkan data yang ada, sepanjang tahun ini berhasil menyelesaikan 827 kasus pidana.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya menyelesaikan 722 kasus. 

"Alhamdulillah kita mengalami peningkatan lebih banyak 105 kasus atau meningkat 15 persen, dibandingkan tahun 2023," kata Ardi. 

Kasus Menonjol di tahun 2024

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved