Mengembangkan Perspektif dan Insight Baru dengan Ilmu Sosial Dasar

Dalam kehidupan, manusia membutuhkan manusia lain untuk melaksanakan kegiatan serta aktivitas sehari-hari.

Editor: Hari Susmayanti
Humas Polda DIY
ILUSTRASI KERJA BAKTI - Polda DIY bersama TNI dan masyarakat bersama-sama kerja bakti membersihkan lingkungan Taman Siswa Yogyakarta menyongsong HUT ke-77 Bhayangkara. 

Dalam cabang ilmu ini, manusia dianggap “ada” apabila ia menjadi bagian dari komunitas yang disebut masyarakat, bukan hanya sebagai individu semata.

· Aksiologis: Cabang ini membahas nilai-nilai dalam hakikat kehidupan, seperti etika dan moral.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, apakah sosial sudah kita laksanakan dan rasakan? Pertanyaan seperti ini muncul dalam cabang ilmu ini.

Manusia membawa nilai sejak lahir, seperti nilai agama, etika, estetika, dan sebagainya. Nilai-nilai tersebut terbentuk melalui dinamika sosial dalam masyarakat.

Nilai sangat penting agar manusia tidak meninggalkan aturan atau norma yang telah ditetapkan di masyarakatnya.

· Epistemologis: Cabang ilmu ini meneliti bagaimana kita mengetahui dan memahami sesuatu. Misalnya, bagaimana manusia mengetahui tradisi dan budaya masyarakatnya?

 Pengetahuan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui proses yang terjadi di dalam masyarakat. Proses tersebut diperlukan agar manusia dapat memahami pengetahuan.

Dari ketiga cabang ilmu tersebut, satu hal penting yang perlu ditekankan adalah interaksi. Interaksi dibutuhkan oleh manusia sebagai landasan untuk memastikan bahwa ia adalah makhluk sosial, bahwa ia dapat diakui sebagai manusia, bahwa ia dapat memahami pengetahuan yang sudah ada, serta mengetahui nilai-nilai yang telah melekat sejak lahir.

 Interaksi juga memastikan bahwa manusia benar-benar menjadi bagian dari masyarakat dan memperkuat kedudukannya sebagai makhluk sosial.

Dari pembahasan di atas, dapat kita pahami bahwa manusia sebagai makhluk sosial adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari.

Kebutuhan akan interaksi dengan individu lain menjadi dasar dari keberadaan kita dalam masyarakat.

Ilmu Sosial Dasar membantu kita memahami bahwa konsep sosial bukan hanya sekadar istilah, melainkan bagian dari hakikat manusia yang terwujud melalui nilai, pengetahuan, dan interaksi.

Dengan memahami ketiga cabang pemikiran ontologis, aksiologis, dan epistemologis kita dapat melihat bahwa keberadaan manusia selalu bergantung pada dinamika yang ada dalam masyarakatnya.

 Oleh karena itu, interaksi menjadi fondasi utama yang menguatkan manusia sebagai makhluk sosial sekaligus memastikan keberlangsungan nilai-nilai yang mendasari kehidupan.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved