Hujan Lebat, BPPTKG Yogyakarta Ingatkan Warga Waspadai Potensi Banjir Lahar Gunung Merapi
BPPTKG Yogyakarta mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi untuk tetap waspada potensi lahar hujan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah puncak dan lereng Gunung Merapi sejak beberapa hari terakhir, semakin meningkatkan potensi bahaya lahar hujan.
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar hujan.
Peringatan ini dikeluarkan setelah BPPTKG Yogyakarta secara berkala melaporkan hujan dengan intensitas dan durasi yang bervariasi di wilayah tersebut.
Sejak Minggu (8/12/2024), hujan mulai mengguyur area puncak Merapi dengan intensitas berbeda.
Pada pukul 16.36 WIB, BPPTKG Yogyakarta mencatat hujan di puncak dan lereng Merapi dengan volume 35 mm, durasi 2 jam 20 menit, dan intensitas 15 mm/jam.
Sementara pada Senin (9/12/2024) pukul 03.53 WIB, hujan yang berlangsung mulai pukul 03.15 WIB tercatat dengan volume 31 mm, durasi 36 menit, dan intensitas 51 mm/jam.
Puncaknya, pada Selasa (10/12/2024), hujan terus mengguyur wilayah sekitar Gunung Merapi dengan volume dan intensitas yang lebih tinggi.
Pada pukul 11.25 WIB, BPPTKG Yogyakarta melaporkan hujan dengan volume 2 mm dan intensitas 11 mm/jam.
Namun, yang paling signifikan adalah hujan yang terjadi pada pukul 17:35 WIB, dengan volume 78 mm, durasi 1 jam 42 menit, dan intensitas 79 mm/jam.
Kondisi hujan yang terus-menerus mengguyur Merapi memicu BPPTKG untuk terus memantau potensi bahaya lahar hujan.
Menurut Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, potensi bahaya lahar di Gunung Merapi sangat tinggi.
"Endapan awan panas hasil erupsi Gunung Merapi yang terjadi selama empat tahun terakhir masih cukup banyak, tertimbun di hulu-hulu sungai yang menjadi aliran lahar, terutama di kawasan barat daya Merapi," ujarnya.
Baca juga: Hujan Lebat Terus Mengguyur, Lahar Hujan Gunung Merapi Mengintai
Agus juga menambahkan bahwa jumlah material yang berpotensi menjadi lahar bisa mencapai puluhan juta meter kubik.
Meskipun hingga kini belum ada laporan mengenai terjadinya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, BPPTKG Yogyakarta tetap mengimbau masyarakat untuk waspada.
Ada empat faktor yang memicu terjadinya lahar hujan, yakni endapan awan panas hasil erupsi, abu vulkanik, kemiringan lereng, serta intensitas curah hujan.
Agus menambahkan, meski sulit untuk memastikan angka pasti berapa intensitas hujan yang dapat menggugurkan material, pihaknya akan mengeluarkan notifikasi saat curah hujan melebihi 10 mm/jam pada 10 menit pertama.
BPPTKG juga telah melakukan evaluasi terhadap potensi bahaya lahar hujan yang bisa menjangkau sungai-sungai seperti Kali Boyong, Kali Krasak, hingga Kali Kopeng yang dapat mencapai belasan hingga puluhan kilometer.
Meskipun demikian, menurut Agus, analisis pemodelan memperkirakan bahwa aliran lahar hujan ini tidak akan meluap ke pemukiman, namun tetap membutuhkan kewaspadaan.
Selain potensi membahayakan pemukiman, kelompok rentan seperti penambang pasir dan pelaku wisata juga perlu mengantisipasi bahaya lahar hujan.
BPPTKG mengingatkan agar notifikasi terus disebarkan melalui grup WhatsApp yang berisi instansi pemerintah, relawan, dan masyarakat.
"Kami pastikan notifikasi ini dapat menjangkau semua pihak terkait," jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh alat peringatan dini (EWS) di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi agar siap memberikan peringatan jika terjadi banjir lahar hujan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem lainnya, seperti tanah longsor yang berpotensi terjadi di wilayah tebing-tebing di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.
"Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus terus waspada terhadap potensi banjir lahar hujan," ujar Noviar.
Seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung, BPBD DIY dan BPPTKG terus bekerja sama untuk memantau situasi di lapangan dan memberikan informasi terkini guna melindungi masyarakat dari bahaya yang dapat terjadi. (*)
Update Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 28 Agustus 2025: Tercatat 25 Kali Gempa Guguran |
![]() |
---|
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,6 Km ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 21 Agustus 2025: Teramati 8 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sleman Rusak Belasan Rumah Warga |
![]() |
---|
BPBD Kulon Progo Catat Ada 13 Titik Kejadian Dampak Hujan Ekstrem, Sebagian Besar di Sentolo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.