Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Perpadi DIY Dirikan Koperasi untuk Penuhi Bahan Makan Bergizi Gratis

Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) DIY tengah berproses untuk mendirikan koperasi.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Christi Mahatma
Sosialisasi pendirian Koperasi Perpadi Jogja Istimewa, Kamis (05/12/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) DIY tengah berproses untuk mendirikan koperasi.

Koperasi yang dinamakan Koperasi Perpadi Jogja Istimewa ini akan ambil bagian dalam berbagai program pemerintah termasuk program makan bergizi gratis. 

Ketua DPC Perpadi Sleman, Herbangun yang ditunjuk sebagai Ketua Koperasi Perpadi Jogja Istimewa mengatakan koperasi ini nantinya akan bekerjasama dengan badan gizi nasional untuk penyiapan makan bergizi gratis.

“Koperasi ini akan suplai bahan-bahan makanan seperti beras, telur, daging, sayur dan buah untuk program makan bergizi gratis,” ujarnya saat sosialisasi pendirian koperasi, Kamis (5/12/2024). 

Sesuai AD ART dan rencana kerja, Koperasi Koperasi Perpadi Jogja Istimewa juga akan memenuhi kebutuhan anggotanya, seperti sparepart, mesin penggilingan.

Termasuk penyediaan gabah untuk bahan baku yang akan digiling.

Dengan demikian, koperasi dapat membantu anggota, termasuk penggilingan kecil, yang kesulitan mencari bahan baku.  
 
Selain itu, koperasi ini juga akan memasarkan apa yang jadi komoditi anggotanya, yakni beras. Namun dengan segmen pasar yang berbeda. 

“Jika anggota sekarang sudah berjalan penggilingan padi dan perdagangan beras, silakan itu tetap ditingkatkan. Cuma ada pangsa pasar yang membutuhkan e-Katalog. Maka yang membutuhkan e-Katalog ini biar dipasok dari koperasi yang sumbernya dari anggota-anggota juga,” ucapnya. 

Saat ini proses pengadaan dari pemerintah harus menggunakan e-Katalog. Dan barang-barang yang dipasarkan oleh koperasi akan masuk ke e-Katalog tersebut.  

“Sehingga kalau pemerintah melakukan pengadaan, mereka akan membandingkan di masing-masing koperasi, ketersedian, kualitas, harga dan rutinitasnya. Kami siap bersaing di situ dengan koperasi kompetitor lainnya,” ujarnya.  

Pembentukan koperasi ini disambut baik oleh pemerintah.

Penyuluh Koperasi Dinkop dan UKM DIY,  Jumiyadi menjelaskan dalam beberapa tahun belakangan, banyak muncul koperasi khususnya non simpan pinjam.

Setelah pandemi covid-19, banyak koperasi yang bergerak memasarkan produk UMKM di Yogyakarta. 

Sementara, Koperasi Perpadi Jogja Istimewa disebutnya sebagai satu-satunya koperasi yang diinisiasi oleh para pemilik penggilingan padi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved