Libur Nataru, Warga Jogja Diminta Beri Kesempatan Wisatawan Berjalan-jalan dan Belanja

Dishub DIY telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus kendaraan selama libur Nataru.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (5/12/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DIY telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus kendaraan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso, mengungkapkan prediksi lonjakan kendaraan periode ini jumlah pastinya sulit dipastikan.

“Kemarin dari pusat ada prediksi jumlah kendaraan mencapai ribuan hingga jutaan. Namun, kepastian jumlahnya sulit diprediksi karena moda transportasi lain seperti kereta api dan pesawat juga diperkirakan akan padat. Meski begitu, kendaraan roda empat tetap menjadi penyumbang utama kepadatan di kota,” ujarnya, Kamis (5/12/2024).

Ia juga mengimbau warga Yogyakarta untuk memberikan ruang kepada wisatawan yang datang dari luar kota.

“Kami imbau warga Jogja untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan luar kota agar mereka bisa jalan-jalan dan berbelanja di Yogyakarta. Tentunya, ini akan berdampak positif pada perekonomian daerah dengan banyaknya wisatawan yang berlibur di sini,” tambahnya.

Baca juga: Nataru 2024-2025: KAI Menambah Gate di Pintu Timur Stasiun Yogyakarta 

Tuai Respon Warga

Imbauan Plt. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso, agar warga Yogyakarta memberikan ruang lebih bagi wisatawan luar kota selama libur Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Beberapa warga menyatakan keberatan dengan kebijakan tersebut, dengan alasan bahwa libur panjang adalah waktu bagi mereka untuk menikmati kota tanpa harus merasa terpinggirkan oleh kepadatan wisatawan.

“Kalau setiap libur panjang kami harus terus mengalah, kapan kami bisa menikmati musim liburan? Wisatawan memang penting untuk ekonomi, tapi jangan sampai kami merasa seperti tamu di rumah sendiri,” ujar Dwi (25).

Hal serupa diungkapkan oleh Rina, warga Banguntapan, yang merasa terganggu dengan kemacetan yang biasanya meningkat tajam saat musim liburan.

“Jogja sudah sering macet di hari biasa, apalagi saat liburan. Kalau kami diminta mengalah, rasanya tidak adil karena kami juga punya hak untuk menikmati fasilitas umum tanpa harus bersaing dengan wisatawan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga mendukung imbauan pemerintah, namun mengharapkan ada solusi agar dampak lonjakan wisatawan tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Satu di antara upayanya misal memperbaiki transportasi publik, biar kami juga nyaman,” pungkas Arif, warga Kasihan, Bantul. (HAN)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved