Butuh Sinergi dan Kolaborasi Pentahelix Untuk Perkuat Ekonomi DIY
Bank Indonesia DIY memperkirakan ekonomi DIY tumbuh positif 4,9 sampai 5,5 persen pada tahun 2025.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia DIY memperkirakan ekonomi DIY tumbuh positif 4,9 sampai 5,5 persen pada tahun 2025.
Selain itu, inflasi DIY tahun 2025 mendatang juga tetap terjaga pada kisaran 2,5 persen plus minus 1.
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto mengatakan ke depan tantangan akan semakin beragam, sehingga membutuhkan strategi yang matang. Baik secara global maupun lokal, DIY perlu melakukan adaptasi, inovasi, dan membuat kolaborasi.
“Secara global kita ada di tahun ketidakpastian ekonomi masih terus berlanjut, sehingga bisa memicu inflasi global yang semakin tinggi. Meskipun kami perkirakan ekonomi domestik tetap terkendali,” katanya dalam Pertemuan Tahunan BI 2024 di Hotel Royal Ambarrukmo, Jumat (29/11).
“Itulah sebabnya kita perlu melakukan adaptasi, berinovasi, dan membuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memajukan perekonomian di DIY,” sambungnya.
Ia mengungkapkan pada Triwulan III 2024, ekonomi DIY tumbuh 5,05 persen tertinggi di Pulau Jawa. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi DIY yang lebih tinggi dari nasional tersebut berkat aktivitas domestik yang tumbuh solid.
Selain itu juga didukung oleh pembangunan di DIY yang masih berlanjut, serta gelaran Pemilu yang turut menggerakkan sektor ekonomi DIY.
Stabilitas keuangan daerah juga terjaga dengan baik. Kredit perbankan tumbuh 11,9 persen (yoy), kredit koperasi 34,4 persen (yoy), kredit tumbuh 3,6 persen (yoy), dan kredit UMKM tumbuh 2,9 persen
Ini mencerminkan dunia perbankan di diy memiliki dukungan yang kuat dalam perekonomian di DIY dalam mewujudkan aktivitas usaha dan investasi.
Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 4,7 persen. Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan. Rasio NPL pun terkendali di bawah 5 persen.
Yang paling menggembirakan adalah penggunaan kanal non tunai yang terakselerasi dan meningkat 212 persen (yoy), terutama pemanfaatan QRIS.
“Pertumbuhan ekonomi DIY yang tumbuh cepat ini berkat kuatnya kolaborasi dan sinergi pentahelix. Kami selalu berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan mitra strategis, Pemda DIY, otoritas terkait, perbankan dan semua pihak untuk berkontribusi nyata, untuk memajukan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi DIY,” ujarnya.
“Ada hal strategis untuk memperkuat ekonomi DIY. Sektor pariwisata ini membuktikan peran penting dalam menopang ekonomi DIY. Ekonomi DIY butuh kolaborasi untuk mencetak tenaga kerja terampil dan inovatif dalam meningkatkan daya saing. Serta hilirisasi dan diversifikasi produk olahan berbasis komoditas lokal,” sambungnya.
Pihaknya juga mendorong DIY untuk mengembangkan potensi DIY untuk optimalisasi jalan tol.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya mengatakan pada Triwulan III tahun 2024, pertumbuhan ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan tertinggi di wilayah Jawa dan lebih tinggi dari nasional.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY seiring dengan periode libur sekolah dan pelaksanaan kampanye menjadi faktor pendorong pertumbuhan Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan yang lebih tinggi.
| KONI DIY Apresiasi Prestasi Veda Ega Pratama di Moto3, Buah Disiplin dan Kerja Keras |
|
|---|
| Serapan Penukaran Uang Baru BI Capai Rp 3,5 Triliun |
|
|---|
| Penumpang KA Antusias Sambut Layanan Penukaran Uang Baru di Stasiun Yogyakarta |
|
|---|
| Cara Tukar Uang Baru BI untuk THR Idul Fitri 2026 |
|
|---|
| Takut Kehabisan, Warga Jogja Pilih Tukarkan Uang Baru Lebih Awal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bank-indonesia-pertemuan-tahunan-2024.jpg)