1.655 Kavling Rumah Subsidi di DIY Masih Tersedia, Pemda Gencarkan Sosialisasi

Sebanyak 1.655 tanah kavling untuk rumah subsidi di Daerah Istimewa Yogyakarta masih tersedia dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 1.655 tanah kavling untuk rumah subsidi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tersedia dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Rumah subsidi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga maksimal Rp166 juta, sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 689/KPTS/M/2023.

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY mencatat, tanah kavling tersebut tersebar di Bantul sebanyak 797 kavling, Gunungkidul 670 kavling, Sleman 105 kavling, dan Kulon Progo 83 kavling.

Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menyampaikan bahwa rumah subsidi ini merupakan solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak.

“Rumah MBR atau rumah subsidi ini mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Menurut data, masih banyak yang belum ditempati. Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan rumah untuk memanfaatkan program ini,” ujar Anna.

Anna menjelaskan bahwa pembelian rumah subsidi memerlukan beberapa persyaratan, termasuk bukti bahwa calon pembeli belum memiliki rumah melalui surat keterangan dari RT/RW.

Baca juga: Rumah Subsidi Solusi Tepat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Yogyakarta

Selain itu, akan dilakukan pengecekan keuangan melalui BI checking.

“Persyaratan utama adalah belum memiliki rumah. Selain itu, kami juga menyediakan pilihan lain seperti Rusunawa,” tambahnya.

Terkait lokasi, kavling rumah subsidi di Sleman berada di Godean dan Moyudan; di Bantul tersebar di Wonolelo, Pajangan, Sedayu, Pleret, Pandak, Bambanglipuro, Kasihan, dan Jetis.

Kemudian di Kulon Progo berlokasi di Sentolo, Panjatan, dan Wates; serta di Gunungkidul berada di Karangmojo, Wonosari, Semanu, Playen, Semin, dan Patuk.

Untuk meningkatkan pemanfaatan program ini, Pemda DIY melalui DPUPESDM terus melakukan sosialisasi, termasuk melalui forum perumahan dan kawasan permukiman di tiap kabupaten/kota.

Anna menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan besar di DIY agar pekerja yang membutuhkan rumah dapat memanfaatkan program ini.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini agar kebutuhan hunian di DIY bisa terpenuhi,” tutupnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved