Diresmikan Bupati, Jembatan Trasan Klaten Diperlebar jadi 7 Meter

Bupati Klaten, Sri Mulyani, meresmikan Jembatan Trasan di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Dewi Rukmini
Dewi Rukmini Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat ditemui awak media usai meresmikan Jembatan Trasan di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/11/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani, meresmikan Jembatan Trasan di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti pada Senin (25/11/2024). 

Bupati Sri Mulyani mengatakan keberadaan jembatan Trasan itu sangat krusial bagi masyarakat.

Lantaran menjadi penghubung antara Desa Trasan dan Desa Jaten di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

"Awalnya jembatan Trasan ini luasnya 4 meter, terus setelah dibangun menjadi lebih lebar dengan luas 7,5 meter. Anggaran pembangunannya kurang lebih Rp4,2 miliar," ucap Sri Mulyani kepada awak media, Senin (25/11/2024). 

Pihaknya berharap, dengan diperlebarnya Jembatan Trasan bisa semakin memudahkan akses transportasi masyarakat. Sehingga, diharapkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Trasan dan Jaten ataupun di Kecamatan Juwiring, semakin meningkat. 

Kepala Desa Trasan, Riyadi, menuturkan pembangunan atau pelebaran Jembatan Trasan telah diajukan sebagai rencana prioritas utama dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Desa Trasan ke Musrenbang Kecamatan Juwiring sejak 2019.

Pihaknya terus mendorong agar perbaikan Jembatan Trasan bisa diajukan ke Musrenbang Kabupaten Klaten. 

Hingga akhirnya pada 2020 mulai terlihat lampu hijau untuk pelaksanaan pembangunan Jembatan Trasan. Akan tetapi karena ada Pandemi Covid-19, pembangunan tersebut harus tertunda dan baru dilaksanakan pada 2024. 

"Pembangunan Jembatan Trasan ini dibangun sekitar 6 bulan sejak Februari-Agustus 2024. Alhamdulillah sangat bermanfaat karena sebelum dilebarkan, di jembatan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas," ungkap Riyadi.

"Hampir setiap bulan ada laka, bahkan sempat ada mobil masuk ke sungai karena jembatannya sempit. Untuk orang yang tidak pernah lewat sini dengan kecepatan tinggi, bisa bahaya," imbuhnya.

Baca juga: Masa Tenang Pilkada Serentak, KPU Kabupaten Magelang Bersihkan Ribuan Alat Peraga Kampanye

Riyadi melanjutkan, pembangunan jembatan yang berada di jalan kabupaten itu menjadi prioritas yang diajukan karena ramai dilewati penguna jalan.

Tak hanya dari wilayah Kecamatan Juwiring, banyak juga pengguna jalan yang berasal dari wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar yang lewat di jalan tersebut. 

"Alhamdulillah sekarang sudah selesai diperlebar. Mudah-mudahan bisa menambah kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," ucapnya.

Sub Koordinator Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan Jembatan DPUPR Kabupaten Klaten, Agus Setiana, menambahkan, kini  Jembatan Trasan itu memiliki panjang 25 meter dengan lebar 7,5 meter.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved