Kongres Pendidikan Vokasi Digelar di UNY, Siapkan SDM Terampil di Bidang Energi dan Pangan
Peserta seminar sejumlah 203 orang yang terdiri dari perguruan tinggi FPTVI, dosen, tendik dan mahasiswa Fakultas Vokasi.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) kembali menggelar acara Kongres Nasional yang ke-9 tahun 2024 di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (28/10/2024).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diadakan pula Seminar Nasional bertema ‘Peran Pendidikan Vokasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi Bangsa di Tengah Perubahan Iklim’.
Seminar dihadiri 73 peserta FPTVI dari 36 perguruan tinggi anggota FPTVI yang hadir dalam seminar.
Peserta seminar sejumlah 203 orang yang terdiri dari perguruan tinggi FPTVI, dosen, tendik dan mahasiswa Fakultas Vokasi.
Dalam kegiatan yang dibuka Rektor UNY Prof. Sumaryanto tersebut, Ketua FPTVI, Prof. Herman Saputro menyebutkan bahwa FPTVI lahir sebagai wadah agar gaung pendidikan vokasi terdengar di level nasional.
“Anggota FPTVI hampir menembus 140 anggota, mulai program studi, fakultas hingga sekolah vokasi di Indonesia,” ujarnya.
Dengan riset dan kolaborasi bersama, forum bisa menyiapkan SDM terampil pada bidang energi dan pangan serta mendidik anak emas Indonesia untuk memenuhi kekurangan tenaga terampil.
Keynote speaker, Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, Ph.D menegaskan ada empat faktor pembentuk pendidikan yaitu pertumbuhan ekonomi dan globalisasi, perubahan populasi global, pekerjaan dan keterampilan masa depan, dan kemajuan teknologi.
“Ditjen pendidikan vokasi berkomitmen mendorong kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia kerja,” ungkapnya.
Baca juga: UNY Raih Peringkat Sembilan di Pimnas ke-37 2024
Bentuk implementasi konkritnya yaitu berupa magang/praktik industri, penyusunan kurikulum bersama, praktisi mengajar serta project based learning.
Tatang juga menyampaikan strategi pendidikan vokasi di masa depan yang perlu pembelajar sepanjang hayat.
“Dinamika dunia kerja yang sangat cepat maka reskilling, upskilling, retraining menjadi rutin. Beberapa PT dapat mempertimbangkan keanggotaan/langganan untuk alumni,” ujarnya.
Skala kompetitif kampus, kata dia, harus mampu lebih cepat melayani dan lebih baik, misalnya on-demand training.
Tatang menjabarkan layanan pendidikan vokasi masa depan meliputi initial development meraih kompetensi sebagai persiapan meraih pekerjaan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, refinement menguatkan keahlian/kapasitas kerja untuk mengerjakan tugas tertentu, upskilling meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan serta reskilling mengganti kompetensi sesuai kebutuhan baru pekerjaan.
Penjelasan UNY soal Ribuan Ijazah Wisudawan Terlambat Keluar, Rektor Targetkan Tuntas Bulan Depan |
![]() |
---|
Ribuan Ijazah Wisudawan UNY Terlambat Keluar, Rektor Sebut Tinggal 30 Persen yang Masih Diproses |
![]() |
---|
Komik AR Berbasis Budaya Aceh Karya Mahasiswa FMIPA UNY Bantu Siswa Kuasai Konsep Matematika |
![]() |
---|
Fakultas Vokasi USD Kolaborasikan Teknologi dan Seni, Ciptakan Karya Interaktif dan Otomatis |
![]() |
---|
Guru Vokasi Belajar Tata Artistik hingga Membuat Hujan Buatan di Akademi Film Yogyakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.