rangkuman ilmu pengetahuan sosial

MATERI IPS Kurikulum Merdeka Kelas 8 SMP BAB 4, Dampak Pemerintahan Orde Baru

Pemerintahan Orde Baru membawa berbagai dampak bagi Indonesia, baik positif maupun negatif.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
sumber : buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kurikulum Merdeka SMP Kelas VIII
Pembangunan Perekonomian Indonesia 

Selama tahun 1970-an hingga awal 1990-an, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, yang disebut sebagai "Keajaiban Ekonomi Asia".

Pemerintah Orde Baru menerapkan kebijakan pembangunan yang berfokus pada stabilitas makroekonomi, investasi asing, dan pembangunan infrastruktur.

Pemerintah juga memperkenalkan kebijakan “Repelita” (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang bertujuan untuk memajukan berbagai sektor seperti pertanian, industri, dan infrastruktur.

Program ini berhasil meningkatkan produksi pangan, terutama beras, dan membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984.

Namun, pertumbuhan ekonomi ini tidak merata dan banyak dikendalikan oleh kelompok elite tertentu, sehingga terjadi kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin.

3. Korupsi dan Kolusi

Meskipun ekonomi Indonesia berkembang pesat di bawah Orde Baru, banyak pihak yang mengkritik adanya maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di dalam pemerintahan.

Banyak kebijakan ekonomi yang lebih menguntungkan pemerintah dan keluarga dekat Presiden Soeharto, yang menguasai berbagai sektor ekonomi penting.

Korupsi di pemerintahan Orde Baru sangat merajalela, dan praktik ini dilakukan oleh pejabat-pejabat negara hingga level tertinggi.

Hal ini menyebabkan banyak proyek pembangunan yang tidak efisien, pemborosan anggaran, dan merugikan rakyat.

4. Pembatasan Kebebasan Pers dan HAM

Selama masa pemerintahan Orde Baru, kebebasan pers dibatasi secara ketat.

Media massa yang berani mengkritik pemerintah sering kali diberangus atau dilarang beroperasi.

Pemerintah menggunakan militer dan polisi untuk menekan suara-suara yang menentang kebijakan mereka.

Selain itu, banyak aktivis politik dan jurnalis yang ditangkap atau dipenjara karena dianggap mengancam stabilitas negara.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved