Kombes Ahrie Sonta Nasution Terpilih Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto dari Kepolisian

Kombes Ahrie Sonta Nasution terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari instansi kepolisian.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.COM/ IRA GITA)
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta ditemui di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kombes Ahrie Sonta Nasution terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur kepolisian.

Informasi terpilihnya  Kombes Ahrie Sonta Nasution sebagai ajudan Presiden Prabowo ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (23/10/2024).

Menurut Kapolri, Kombes Ahrie Sonta Nasution mengalahkan 6 kandidat lain yang diusulkan oleh Polri.

Saat ini Kombes Ahrie Sonta Nasution masih menjalankan orientasi sebelum resmi melaksanakan tugasnya sebagai ajudan presiden.

 "Beliau (Ahrie Sonta) saat itu tes dengan 6 peserta dari Polri dan terpilih," ujar Kapolri kepada wartawan, seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/10/2024).

 "Sudah," ujar Kapolri saat ditanya wartawan soal kepastian terpilihnya Kombes Ahrie.

Menurut Kapolri, saat ini Kombes Ahrie masih menjalani orientasi.

 "Tinggal tunggu diaktifkan, mungkin saat ini masih orientasi," lanjut Kapolri.

Sebelum terpilih, Ahrie diketahui menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri. 

Sebagai informasi, ajudan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya adalah Mayor Teddy Indra Wijaya.

Mayor Teddy kini telah mengemban tugas baru sebagai Sekretaris Kabinet di Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Sosok Kombes Ahrie Sonta Nasution, Polisi Berprestasi yang Diajukan jadi Ajudan Presiden Prabowo

Berikut profil dan rekam jejak Kombes Ahrie Sonta:

Kombes Dr. Ahrie Sonta S.I.K, M.Si lahir di Kota Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981.

Kombeas Ahrie Sonta merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) 2002 Batalyon Wicaksana Laghawa.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok saat masih berpangkat AKBP.

Kemudian juga pernah menjabat sebagai Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sidoarjo.

Suami dari R Fitria Rachmawati Permana ini juga pernah ditugaskan dalam operasi kepolisian di wilayah Sulawesi Tengah hingga ke Papua.

Kombes Ahire Sonta  menjadi polisi pertama yang meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.

Dalam sidang doktoral yang digelar di PTIK pada 7 Juni 2018, Ahrie Sonta diuji oleh 11 penguji dari berbagai perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, saya baru selesai selama 3 tahun ini sekolah mendapat beasiswa dari Polri, sekolah untuk S3,” kata Ahrie kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/6/2018).

Pria lulusan Akpol 2002 ini menjelaskan penelitian disertasinya membangun formula reformasi budaya (kultural) dalam organisasi kepolisian.

Khususnya di kepolisian tingkat resor sebagai basic police unit yang berhadapan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Dalam disertasinya, Ahrie Sonta mengangkat tema reformasi budaya Polri.

"Saya ambil tentang filsafat budaya etika. Jadi, disertasinya Model Penguatan Budaya Etika di Kepolisian Tingkat Resor: Suatu Pendekatan Habitus Pierre Bourdieu," jelasnya saat itu.

Gelar Doktor Ilmu Kepolisian disabet Kombes Ahrie Sonta pada tahun 2018 saat di usia muda, yakni 37 tahun.

Ia menjelaskan penelitian disertasinya membangun formula reformasi budaya (kultural) dalam organisasi kepolisian.

Khususnya di kepolisian tingkat resor sebagai basic police unit yang berhadapan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Ahrie mengatakan, bagi Polri, perubahan budaya merupakan suatu keniscayaan, yakni sebagai bagian dari reformasi kepolisian pasca pemisahan dengan militer (ABRI pada masa Orde Baru) sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 2 tahun 1999.

"Reformasi Kepolisian secara lengkapnya mencakup reformasi struktural, instrumental, dan kultural. Sejauh ini, reformasi struktural dan instrumental dinilai telah berhasil," ujarnya.

Namun, Ahrie Sonta menilai reformasi kultural masih menjadi suatu persoalan yang dihadapi kepolisian Indonesia.

Menurutnya, yang membedakannya dari reformasi birokrasi kepolisian yang telah berhasil dilakukan di negara-negara lain.

"Adapun negara-negara yang telah berhasil mengatasi masalah kultural ini Singapura, Hongkong dan kepolisian di New South Wales Australia," kata dia.

Setelah menyabet gelar Doktor Ilmu Kepolisian, AKBP Ahrie Sonta saat itu menyelesaikan Sespim Polri pada 2019.

Ia juga mempunyai sederet capaian pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Di antaranya Dikjur Pamen SDM Polri, Politie Academy Apeldoorn Belanda, Crime Scene Analisys By Visual Comparison di Münster Jerman serta di Joint Special Operation University, US Command Center, Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Kerap muncul dalam pemberitaan

Beberapa waktu belakangan, nama Ahrie Sonta kerap muncul dalam pemberitaan.

Satu di antaranya saat menangani kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat selebgram Millen Cyrus pada November 2020.

Saat itu, Millen Cyrus ditangkap pada Minggu (22/11/2020) dini hari di salah satu hotel di wilayah Jakarta Utara.

Hasil tes urine terhadap Millen Cyrus menunjukkan positif sabu.

Saat penangkapan keponakan Ashanty itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti.

"Satu paket plastik berisi sabu-sabu dengan berat 0,36 gram, alat isap, dan sisa minuman alkohol Black Labels," ujar Ahrie dikutip dari Kompas.com.

Dalam kasus Millen Cyrus, ada satu keputusan AKBP Ahrie Sonta yang menjadi sorotan, yaitu menempatkan Millen di sel pria.

Pemilihan sel tersebut, kata Ahrie, berdasarkan informasi yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) Millen walaupun sang selebgram berpenampilan mirip perempuan.

Namun setelah keputusan ini menjadi polemik, akhirnya Millen ditempatkan di sel khusus

Selain itu, sosok AKBP Ahrie Sonta juga menjadi sorotan saat ikut mempersiapkan posko untuk para korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di terminal JICT 2, Tanjung Priok.

AKBP Ahrie Sonta juga beberapa kali muncul untuk memberikan keterangan terbaru tentang pencarian bangkai pesawat, black box hingga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Selain itu, ia juga juga diajak Listyo Sigit Prabowo sewaktu Kabareskrim untuk menangkap buronan Djoko Soegiarto Tjandra di Malaysia pada Juli 2020.

Djoko Tjandra merupakan buronan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Dampingi Listyo Sigit ke DPR

AKBP Ahrie Sonta ikut dalam rombongan para perwira yang mendampingi Listyo Sigit saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Kapolri di DPR RI.

Bahkan, AKBP Ahrie Sonta menjadi satu-satunya Kapolres yang diajak dalam rombongan bersama para jenderal.

Diketahui, saat namanya diajukan sebagai calon Kapolri, Listyo Sigit wajib menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI.

Saat datang ke Senayan, Listyo Sigit tak sendirian.

Ada sejumlah perwira yang terdiri dari sejumlah jenderal dan kapolres yang ikut menemani.

Kehadiran para jenderal polisi untuk menunjukkan Korps Bhayangkara tetap solid.

"Mohon izin Bapak, yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior mulai dari 87, 88, 89, 90, kami sendiri 91 beserta leting kami dan adik-adik kami."

 

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved