Inspiring Beauty
Adhel Berani Wujudkan Mimpi Tingginya
Jangan takut bermimpi, bermimpilah yang tinggi dan wujudkan, adalah kalimat sakral dilontarkan perempuan pemilk nama Adhelia Primadewi ini.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM - Jangan takut bermimpi, bermimpilah yang tinggi dan wujudkan, adalah kalimat sakral dilontarkan perempuan pemilk nama Adhelia Primadewi ini. Adhel, begitu ia akrab disapa, sudah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa apa yang ia impikan bisa terwujud dengan usaha yang secara serius dilakukan.
Hal ini bisa ia kisahkan melalui perjalanan sebagai seorang atlet biliar mewakili Kabupaten Bantul selama beberapa tahun di ajang Porda. Sejak 2011, Adhel sudah mewakili Kabupaten Bantul di ajang Porda dan mendapatkan medali perunggu untuk nomor single Putri bola 9 dan medali perunggu di double Putri bola 9.
Setelahnya, Adhel menjadi langganan atlet yang dipercaya mewakili Kabupaten Bantul berlaga di Biliar setiap tahun dan terakhir pada 2022, Adhel akhirnya mendapatkan medali Emas di kaleas double Putri.
"Semua ada prosesnya, sejak pertama ikut Porda akhirnya dapat medali emas setelah Porda kesekian kali yang aku ikuti. Intinya aku belajar bagaimana mimpi bisa diwujudkan dengan usaha yang maksimal dan terus latihan dan latihan," ungkap Adhel.
Diakui Adhel, menjadi seorang atlet Biliar daerah memang bukan cita-cita utamanya. Hanya saja, Biliar kemudian menjadi olah raga yang memberinya banyak pengalaman hidup sehingga ia merasa bahagia.
Menurut Adhel, Biliar tak hanya membutuhkan keahlian memukul bola menggunakan stik, namun lebih dari itu, Biliar membutuhkan olah rasa, sehingga pukulan yang dihasilkan tepat sasaran.
Selain itu, bagi Adhel, olah raga Biliar adalah media merilis jenuh yang bisa memberikan kepuasan batin sehingga pikiran menjadi rileks dan bahagia. Biliar adalah olah raga yang tak mudah seperti orang melihatnya.
Banyak keahlian dasar yang harus dikuasai, sehingga bisa menjadi seorang atlet. Salah satunya bagaimana belajar mengayun stik, memilih sudut pandang pukulan hingga strategi menempatkan bola sehingga bisa memenangkan sebuah pertandingan.
Bahkan, lanjut Adhel, seseorang yang sudah menjadi profesional atau atlet sekalipun harus terus tetap berlatih sehingga memiliki pukulan yang stabil. Adhel tak menampik kadangkala keberuntungan memang memberi angin segar saat pertandingan, namun semua pada dasarnya harus melalui proses latihan rutin.
"Kadang memang ada yang menang karena dianggap bejo atau beruntung, ada juga, tapi bagiku tetap saja latihan adalah awal dari prestasi yang akan kita ukir nantinya," ungkap Adhel.
Sebagai seorang atlet, Adhel menyadari harus menjaga kebugaran tubuh bukan hanya menjelang pertandingan saja, namun juga bagaimana menjaga agar selalu dalam keadaan bugar. Untuk itu, Adhel pun selalu memperhatikan pola makan, jam istirahat dan rutin berolahraga.
"Konseskuensi menjadi atlet adalah menjaga kebugaran tubuh. Apalagi menjelang pertandingan, ketika tubuh mengalami gangguan sedikit saja, sudah tentu bakal mempengaruhi permainan dan berujung mendapatkan hasil yang tidak maksimal," ucap Adhel.
Merambah Dunia Peran
Perempuan kelahiran Kulonprogo, 8 April 1987 ini rupanya juga merambah dunia seni peran, baik di belakang layar dan depan layar. Awalnya, Adhel dipercaya sebagai talent koordinator di sebuah produksi film pendek.
Selanjutnya, Adhel dipercaya sebagai talent koordinator di produksi iklan, video klip dan juga TV Series. Pengalaman sebagai seorang talent koordinator membuat Adhel banyak memiliki relasi dari berbagai kalangan baru yang ia temui.
Di antaranya, ia pernah mencari pemeran untuk sebuah produksi film pendek ke luar pulau Jawa, semisal Padang dan pulau Maitara di Maluku Utara dan mendapatkan banyak kenalan baru dari warga setempat.