Merunut Perjuangan Pangeran Diponegoro Lewat Karya Lukis di Jogja Gallery

Salah satu misi penting penyelenggaraan pameran ini adalah menyosialisasikan sisi kepahlawanan Pangeran Diponegoro, dalam sebuah konteks humanisme

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Beberapa karya lukis yang disajikan dalam pameran Gambar Babad Diponegoro, di Jogja Gallery, Kota Yogyakarta, Senin (14/10/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pameran sastra rupa bertajuk Gambar Babad Diponegoro, digulirkan di Jogja Gallery, Kota Yogyakarta, 15 Oktober - 3 November 2024.

Salah satu misi penting penyelenggaraan pameran ini adalah menyosialisasikan sisi kepahlawanan Pangeran Diponegoro, dalam sebuah konteks humanisme. 

Kurator Pameran, Mikke Susanto, mengatakan, sisi humanistik Diponegoro jarang diketahui oleh publik, karena yang muncul seringkali hanya terkait kehidupannya dalam perang Jawa. 

Oleh sebab itu, pembacaan tentang sosok pahlawan nasional tersebut, perlu diketengahkan sebagai sajian berharga bagi masyarakat luas.

"Pameran sastra rupa ini mengambil inspirasi dari salah satu naskah penting dari Kraton Yogya berjudul 'Babad Ngayogyakarta HB IV dumugi HB V'," terangnya, Senin (14/12/2024).

Kitab bernilai sejarah tinggi itu ditulis oleh seorang pujangga atas perintah dari Sri Sultan HB VI, kemudian disalin kembali pada masa pemerintahan HB VII.

Baca juga: Pameran Lukisan Rekonstruksi Diri: Keindahan dan Kerusakan

Dijelaskan, sebagian besar dari pupuh-pupuh naskah menggambarkan Perang Jawa dan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro yang dijuluki sebagai 'Satrio Pinandhito'.

"Julukan itu menjukkan bahwa historiografi Kraton tentang Diponegoro tidak menempatkannya sebagai sosok antagonis vis a vis dengan Kraton. Sebaliknya, tindakan dan budi pekertinya menjadi model dan panutan," terangnya.

Sebagai informasi, pameran diikuti oleh 39 perupa ternama Indonesia, yang sudah malang melintang di berbagai gelaran nasional dan internasional.

Antara lain, Sujiwo Tejo, Hadi Sosesanto, Dyan Anggraini, Mahdi Abdullah, Muhammad Andik 'Gus Black', Endro Banyu, Sigit Raharjo, hingga Nasirun.

"Karena bertema perjuangan Pangeran Diponegoro, pameran diperuntukkan untuk segala usia dan sangat berguna bagi pelajar, mahasiswa, maupun para kolektor lukisan," terang Mikke.

"Berbagai agenda pendukung, seperti diskusi dan lainnya, akan diadakan selama pameran berlangsung sampai 3 November," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved